Dia kaya, dan usianya tiga puluh delapan. Aku cuma gadis biasa dengan luka lama dan warisan utang dari ayah yang menghilang. Hidupku nyaris runtuh-sampai pria itu datang. Satu kontrak. Satu kesepakatan. Tanpa cinta, tanpa komitmen. Dia pria yang nggak lagi percaya cinta-hatinya terlalu lama membeku. Dan entah kenapa, itu yang membuatku bertahan. Nggak ada janji, nggak ada kata manis. Semua terasa datar, dingin, dan jelas sejak awal. Ini bukan kisah cinta yang penuh bunga atau drama. Ini cerita dua orang asing yang perlahan belajar percaya, dengan cara mereka sendiri. Dan mungkin, itu sudah cukup. -Isla
More details