Hegemoni Rasa

Hegemoni Rasa

  • WpView
    Membaca 56
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 23, 2019
Kisah seorang pemuda aktivis yang kritis, menyuarakan suara rakyat atas nama cinta. Dinamika politik yang kian memanas dan keras, sempat menghentikan langkah kakinya dipersimpangan. Jegal menjegal, injak menginjak dan romantisme yang mempolitisasi berbagai ruang membuatnya menghela nafas lelah. Mencoba memutar kiblat pada dunia perburuhan namun tak berujung. Lagi-lagi politik membuat hidupnya semakin susah, teramat jauh dari hirarki politik itu sendiri. Tersadar akan keberlanjutan pada dunia politik, seorang pemuda yang bernama Alif itu, tak sungkan membuat sebuah lembaga swadaya masyarakat yang dikelola bersama ketiga teman yang solid, jauh dari lembaga yang sempat ia geluti. Alif tidak hanya berani akan tetapi cerdas dan visioner. Tak asing baginya jika terjun didunia politik banyak yang menjegalnya lantaran Alif memiliki potensi. Reaksioner aksi masa dan kritiknya sangat diperhitungkan oleh elite politik, terutama walikota di daerahnya. Alif dan ketiga temanya sempat menjadi buruan elite politik. Akan tetapi Alif tak sedikitpun gentar guna menyuarakan kepentingan rakyat. Beberapa bulan kemudian, Alif mendapatkan beasiswa diluar kota untuk melanjutkan studi nya sehingga mempercayakan lembaga binaan nya kepada salah satu dari tiga sahabat solidnya. Jarak yang terbentang, justru membuat Alif semakin lihai, menjadi aktor politik dibalik tirai. Tak disangka, di kampus barunya, Alif bertemu dengan seorang wanita cantik yang berasal dari daerahnya. Alih-alih wanita itu adalah anak walikota didaerahnya yang selalu dikritisi kinerjanya. Lalu apa yang terjadi dengan Alif?! simak terus yah teman-teman.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#5
eka
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • DIKA & ADRA
  • bayangan masa lalu . masa depan yang tak pasti
  • Perihal Sandwich(End)
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Menghapus Jejak Luka [EDISI REVISI]
  • Bucin Ala Al [END]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan