Rahasia Senja

Rahasia Senja

  • WpView
    Odsłon 6
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja czw., sie 22, 2019
WpInfo
Fikcja
Romans
Nama ku Senja, aku adalah orang paling bahagia sejagad raya. Aku ingin bercerita tentang pengalaman ku. Pengalaman yang sangat berkesan bagi ku, pengalaman yang mengajarkan ku tentang banyak hal. Tentang perjuangan, semangat, dan semua ambisi ku. Aku tak pernah tau mengapa orang tua ku memberi ku nama Senja, sebuah nama yang sama sekali tak ku ketahui makna apa yang tersirat di dalamnya, orang tua ku pun tak pernah memberi penjelasan tentang nama itu. sebuah nama sebuah cerita. aku senang, saat ini banyak sekali orang yang menyayangi ku, apapun yang kuinginkan selalu dapat ku raih dengan mudahnya, namun sayang semua itu hanya sebuah khayalan ku, khayalan yang takkan mungkin menjadi nyata dan kehidupan ku sangat amat jauh dari apa yang selama ini ku impikan. Mimpi ku begitu indah, dan aku tak ingin terbangun dari mimpi itu. Karena aku sadar, jika aku terbangun dari mimpi ku, aku hanya akan mendapati sebuah kekecewaan, kecewa karena semua mimpi dan ambisi ku telah lenyap seketika. Kekecewaan yang telah merambat menjadi sebuah kebencian, benci dengan ulah mereka yang menghancurkan semangat para pemuda.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#3
gejolak
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Embun Pagi
  • Merindukan senja
  • BAD GIRL ( END)
  • IF YOU
  • Sekali Lagi (End)
  • SENJA TERAKHIR[Hiatus Sementara]
  • Tanya Pada Waktu (On Going)
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści