U N D E R   T H E   M O O N

U N D E R T H E M O O N

  • WpView
    Reads 646
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 23, 2024
Aku adalah Selena. Del Luna. Atau secara harfiah bisa kau sebut sebagai benda mengapung di angkasa dengan ribuan lembah dan jurang gulitanya. Meski sudah beratus tahun ikut bersama bumi dalam orbit, itu tidak lantas membuatku terbiasa. Rasanya seperti sebuah luka yang awalnya ringan, mungil, dan tunduk. Lalu, saat akan mulai sembuh, bekas luka yang basah itu dicongkel dan membuat luka baru. Seperti itu, terus-menerus. Hingga kini, semakin besar bekasnya, semakin dalam lukanya, semakin borok aromanya. Aku, babak belur. Berapa kali sudah kau buat impresi di permukaanku? Jawabannya, tak hingga. Oleh karenanya, kau harus tahu. Sekali saja kau sakiti penyair, habislah kau dalam puisinya.
All Rights Reserved
#67
tulisanku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAK SEINDAH JINGGA
  • My Poems!
  • Senandika Untuk Asa | Hamada Asahi [✔]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Just Words
  • MY ANGEL (END)
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • The Devil Possession ✔ [SUDAH TERBIT]
  • SILENTIUM || End✓

Kamu sama persis dengan matahari di kala senja. Keindahan yang tidak akan bosan untuk di nikmati. Aku terlalu larut dengan keindahannya hingga melupakan jika matahari akan sulit untuk di gapai, bahkan jika aku bisa, maka aku akan kesakitan karena panasnya. Tidak, aku tidak sedang menyalahkanmu. Hanya saja, aku kurang suka dengan konteks alam semesta yang menjauhkanku darimu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines