Sepuluh Lembar Mimpi

Sepuluh Lembar Mimpi

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 19, 2022
Muhammad Thauq Athallah Dzakir Alauddin. Ia adalah seorang anak lelaki jalanan yang tak pernah menyebutkan mimpinya, dia berpendapat bahwa mimpi itu suratan takdir dari Allah yang maha kuasa, membuat suatu mimpi berarti menyalahi takdir-Nya, dan menurutnya percuma saja bermimpi pada akhirnya yang akan terjadi juga kehendak dari ilahi, jadi jalani dan syukuri semuanya dengan baik. Namun, sepuluh lembar kertas mengubah semuanya, sepuluh lembar kertas yang bisa membuat mimpi menjadi nyata. Bukankah ia tak ingin bermimpi? Itulah mengapa ibunya memberinya nama itu padanya, ia tak pernah tau alasannya, yang ia tau, nama itu memberi kesengsaraan padanya saat mengisi LJK. Ibu dan ayahnya percaya bahwa Thauq adalah anak yang lahir dengan potensi yang tinggi, namun Thauq tak pernah menyadari nya, kecerdasan yang standar membuatnya tak pernah mendapat juara kelas, suara yang jelek membuatnya tak lulus di olimpiade bernyanyi, dan badan yang pendek membuatnya tak lulus di olimpiade olahraga, jadi apa yang dimaksud ibu dan ayahnya tentang potensi?
All Rights Reserved
#307
ceritafantasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepingan Kisah dalam Sejarah
  • ZAWIL
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • Assalamu'alaikum Cinta (Slow Update)
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • A Life That Turns
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]

Teguh seorang laki-laki yang terlahir pada pertengahan abad ke-20 di sebuah desa perbukitan yang menjulang dan gersang. Kehadirannya bagai permata bersinar untuk bapak dan ibu, bagaimana tidak, di usia yang masih belia, Teguh sudah disibukkan untuk membantu pekerjaan orangtua, namun hal itu tidak membuatnya surut akan semangat dalam mencari ilmu. Semua itu tak lain, karena dilatar belakangi oleh harapan sang bapak yang begitu besar kepada anak laki-laki pertamanya, agar kelak Teguh menjadi laki-laki yang mampu meniup ruh semangat pendidikan di kampung halaman. Setelah kelulusannya Teguh diperintahkan sang Kyai untuk mengikuti seleksi beasiswa belajar ke negeri Piramida. gayungpun bersambut karena Bapak tak kalah semangat mendorong putranya untuk mengikuti seleksi tersebut. Dan pada akhirnya nama Teguh berjejer rapih di papan pengumuman mahasiswa yang lolos dalam seleksi beasiswa dan siap diberangkatkan ke Mesir. Tapi hati Teguh tak siap, tidak seperti namanya, justru ia tak ingin pergi, langkahnya sangat berat untuk meninggalkan kampung halamannya. Hal itulah yang kemudian mendorongnnya untuk berbohong kepada bapakanya dengan mengatakan kabar sebaliknya, ia tak lolos seleksi beasiswa. Bagaimanakah perjalanan kisah Teguh selanjutnya? Apakah kebohongan itu akan bertahan lama, ataukah cepat tercium oleh sang bapak. Benarkah kesempatan belajar di negeri para nabi yang semua orang inginkan itu akan terlewat begitu saja hanya karena langkah beratnya meninggalkan kampung halaman? Mari ikuti perjalanan hidupnya yang penuh Inspiratif dalam buku Kepingan Kisah dalam Sejarah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines