Sepuluh Lembar Mimpi

Sepuluh Lembar Mimpi

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 19, 2022
Muhammad Thauq Athallah Dzakir Alauddin. Ia adalah seorang anak lelaki jalanan yang tak pernah menyebutkan mimpinya, dia berpendapat bahwa mimpi itu suratan takdir dari Allah yang maha kuasa, membuat suatu mimpi berarti menyalahi takdir-Nya, dan menurutnya percuma saja bermimpi pada akhirnya yang akan terjadi juga kehendak dari ilahi, jadi jalani dan syukuri semuanya dengan baik. Namun, sepuluh lembar kertas mengubah semuanya, sepuluh lembar kertas yang bisa membuat mimpi menjadi nyata. Bukankah ia tak ingin bermimpi? Itulah mengapa ibunya memberinya nama itu padanya, ia tak pernah tau alasannya, yang ia tau, nama itu memberi kesengsaraan padanya saat mengisi LJK. Ibu dan ayahnya percaya bahwa Thauq adalah anak yang lahir dengan potensi yang tinggi, namun Thauq tak pernah menyadari nya, kecerdasan yang standar membuatnya tak pernah mendapat juara kelas, suara yang jelek membuatnya tak lulus di olimpiade bernyanyi, dan badan yang pendek membuatnya tak lulus di olimpiade olahraga, jadi apa yang dimaksud ibu dan ayahnya tentang potensi?
All Rights Reserved
#12
kisahkeluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • Moonlight Glow in the Heart [On Going]
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Gus Arsya
  • Kara: I Left God at The Door
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)
  • A Life That Turns
  • Beauty With The Qur'an [ON GOING]
  • Air Mata Impian

[Republish-Revisi] Alisya Azzahra Maudy Ayundari. Bayangkan jika seorang Badgirl masuk Pesantren? Sifatnya yang tomboy, jarang betah berada di rumah, dan sering kali mengikuti balapan dengan teman-temannya. Hingga kedua orang tuanya memutuskan sang anak untuk pindah ke sebuah Pondok Pesantren milik sahabatnya. "Papa... Alisya nggak mau masuk Pondok Pesantren! Alisya janji pasti bakal berubah paah... papa... " "Ini semua demi kebaikan kamu juga Alisya dan maaf untuk hal ini mama sangat setuju dengan keputusan papa." "Pokoknya Alisya nggak mau! TITIK!! Mama Alisya nggak mau. Mama jangan tinggalin Alisya!! Mama dengerin Alisya dulu... Ck, ish!" Dan keputusan pun telah dibuat dan tidak bisa diganggu gugat. Mau tidak mau Alisya harus menuruti permintaan kedua orang tuanya. Hingga saat Alisya tinggal di Pondok Pesantren ia bertemu dengan seorang lelaki yang ia juluki sebagai pengganggu hari-harinya. Lalu apakah sikap Badgirl nya akan berubah jika sudah tinggal di Pesantren? Dan siapakah sosok lelaki yang dimaksud olehnya? *** Muhammad Ali Yusuf Alfaidzhan Ali. Yup itu adalah nama yang sering disapa dan dikenal dikalangan Pondok Pesantren. Ali sangatlah populer dikalangan para santri dan wati di Pesantren tersebut. Dikarenakan Ali adalah sosok laki-laki yang sangat ramah, baik, dan yang lebih memesona lagi adalah akhlak dan ketampanannya. Ali selalu menampilkan senyumannya kepada siapapun dan bersikap ramah kepada siapapun. Namun ternyata dibalik senyumannya itu, Ali tidaklah nyata tersenyum bahagia. Melainkan Ali adalah sosok yang rapuh dibalik senyumannya. Ali mampu menampung kesedihan yang mendalam dan sebisa mungkin Ali menyembunyikan dalam diamnya meski sering kali Ali menangis di dalam bilik kamar seorang diri. Lalu apakah alasan Ali bersedih dan sering kali menangis? ___ Penulisan masih jauh dari kata sempurna. Mohon diingatkan apabila ada kesalahan. Selamat membaca ❤️ Cerita Oleh Nurulstyansh #fiksi-islami

More details
WpActionLinkContent Guidelines