Waktu
  • WpView
    Membaca 1,532
  • WpVote
    Vote 209
  • WpPart
    Bab 112
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Sep 10, 2022
WpInfo
Non-fiksi
denting berbunyi di keheningan malam, awan ber iringan di langit pekat kelip cahaya menghiasinya.. angin berhembus.. menghempas dedaunan kering di sekeliling taman... kamu duduk di bangku tua itu... berselimut jaket tebal.. kotak cahaya itu menyinari sisi wajahmu jemari tanganmu menari lincah di atasnya.. mungkin kamu sedang menulis sesuatu untukku.. aaahhh.. tapi mungkin itu hanya khayalku .. 😌 ingin ku sapa dari kejauhan.. yg saat itu tak sengaja berjalan dan melihat mu dari sisi lain... namun keberanianku menghanyut... melihatmu dari sisi ku saja itu sudah cukup sisi wajah itu membuat jantungku tak karuan.. aku tak mau mengganggumu... aku hanya berharap aku yg ada dalam imajinasimu.. aku yg ada di dalam setiap untaian katamu.. ingin rasanya kau tau... aku mengagumimu dari kejauhan..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#430
akudankamu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • love story firman&mavera
  • The Best Friends For Fateh Halilintar
  • KAIFA HALUKI??
  • Kisah Horor: Teror Jam 12 Malam
  • just the way you are
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Move on

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan