Story cover for Waktu by labibahrisma
Waktu
  • WpView
    MGA BUMASA 1,434
  • WpVote
    Mga Boto 209
  • WpPart
    Mga Parte 112
  • WpView
    MGA BUMASA 1,434
  • WpVote
    Mga Boto 209
  • WpPart
    Mga Parte 112
Ongoing, Unang na-publish Aug 22, 2019
denting  berbunyi di keheningan malam,
awan ber iringan di langit pekat
kelip cahaya menghiasinya..
angin berhembus.. menghempas dedaunan kering di sekeliling taman...

kamu duduk di bangku tua itu...
berselimut jaket tebal..
kotak cahaya itu menyinari sisi wajahmu
jemari tanganmu menari lincah di atasnya..
mungkin kamu sedang menulis sesuatu untukku..
aaahhh.. tapi mungkin itu hanya khayalku .. 😌

ingin ku sapa dari kejauhan..
yg saat itu tak sengaja berjalan dan melihat mu dari sisi lain...

namun keberanianku menghanyut...
melihatmu dari sisi ku saja itu sudah cukup
sisi wajah itu membuat jantungku tak karuan..

aku tak mau mengganggumu...
aku hanya berharap aku yg ada dalam imajinasimu..
aku yg ada di dalam setiap untaian katamu..

ingin rasanya kau tau... aku mengagumimu dari kejauhan..
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Waktu to your library and receive updates
o
#46akudankamu
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Ketika Tulisan bercerita? cover
KAIFA HALUKI?? cover
ꏂ꒒ꍌ꒐꓄{𝓰𝓮𝓵𝓲} cover
Strong Girl cover
love story firman&mavera cover
Mas Seskab With Partner Media [HIATUS] cover
kisah horor: teror jam 12 malam cover
AKSARA ( TAMAT ) cover
Move on cover

Ketika Tulisan bercerita?

4 mga parte Kumpleto

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.