Desa Penari

Desa Penari

  • WpView
    Reads 18,941
  • WpVote
    Mga Boto 447
  • WpPart
    Mga Parte 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Aug 23, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
Wahyu bercerita tentang penari yang ia temui, kecantikanya, ia ceritakan semua bukan sambutan yang Wahyu dapat, tapi tatapan kebingungan lah yang pertama Wahyu lihat. "tidak ada desa lagi disini" kata Bima, Wahyu yang mendengar itu tidak terima. "tau darimana kamu?" "aku sudah sering ke Kota Yu" "Prokerku berhubungan sama program hasil alam, jadi sering ikut ke kota sama orang sini", "sampai sekarang, aku belum nemuin satu lagi kampung di dekat sini" "bicara apa, nipu?" kata Wahyu geram. "Mas" kata Nur, "memang gak ada lagi desa disini, kan sudah pernah di bahas dulu. "kalian kalau gak percaya tak kasih bukti kalau ada desa lain di sekitar sini" Widya yang sedari tadi diam, tiba-tiba di tarik oleh Wahyu. "tanya sama Widya kalau tidak percaya" Widya masih diam, lama. karena tidak sabar, Wahyu membuka paksa tas Widya dan mengambil bingkisan itu, bukan koran lagi yang Wahyu temuin, namun, daun pisang yang terbungkus di jajanan pemberian bapak tua itu. tepat ketika Wahyu membuka bingkisan itu. Semua orang melihat isi di dalam bingkisan itu, berlendir, dan aromanya sangat amis, tidak salah lagi, di dalam bingkisan itu adalah kepala monyet yang masih segar dengan darah di daun pisangnya. Semakin hari semakin banyak kejadian diluar nalar manusia, puncaknya saat sepasang kekasih melakukan hubungan terlarang di tempat keramat desa tersebut
All Rights Reserved
#865
horror
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Serasah; Chanmin [ON GOING]
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Cerita Daun dan Bumi
  • OBOR PITU
  • Hai Januari
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • Creepyshit

BUKAN LAPAK BxB! *** (Kata "serasah" berasal dari bahasa Indonesia dan sering digunakan dalam konteks ekologi atau biologi tanah. Secara harfiah, serasah adalah: Tumpukan daun-daun kering, ranting, atau bagian tumbuhan lain yang gugur dan menutupi permukaan tanah di lantai hutan) *** Di balik lebatnya hutan terakhir yang belum tersentuh, manusia datang-bukan untuk berdoa atau berdamai, tapi untuk menyedot apa yang tersisa dari bumi yang nyaris sekarat. Regu Alpha dan Delta, dua dari sekian banyak regu elite yang dikirim, datang dengan semangat teknologi, logistik, dan... kelakuan absurd khas anak lapangan. Mereka bukan tanpa nyali. Tapi yang mereka temui bukan sekadar pohon-pohon tua atau tanah lembab berlumut. Mereka bertemu dua anak-satu berwujud nyata, satu lainnya seperti bayangan yang enggan beranjak pergi. Entah siapa mereka. Entah dari mana. Tapi sejak kemunculan mereka, satu regu penuh ditemukan dalam keadaan mati... dengan tubuh lengkap, tapi jiwa seolah dilucuti. Hutan mulai berbisik. Kabel menjuntai dari atas pohon ke entah apa. Mata menyala dalam kabut. Akar mencengkeram tanah seperti urat nadi makhluk yang terbangun. Regu-regu mulai retak. Bukan hanya karena misteri yang membelit, tapi juga karena tawa, panik, dan pertanyaan yang tak ada jawabannya. "Apakah mereka penjaga hutan, atau hutan itu sendiri?" *** Proyek bersama milik Mas & Nyonya Hwang-sama Tertanda, 28425 *** Yang plagiat, sampai jumpa di akhirat! -Mas Tampan Hwang

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman