Story cover for Desa Penari by inurharu_22
Desa Penari
  • WpView
    Reads 18,935
  • WpVote
    Votes 447
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 18,935
  • WpVote
    Votes 447
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Aug 23, 2019
Wahyu bercerita tentang penari yang ia temui, kecantikanya, ia ceritakan semua
bukan sambutan yang Wahyu dapat, tapi tatapan kebingungan lah yang pertama Wahyu lihat. "tidak ada desa lagi disini" kata Bima, Wahyu yang mendengar itu tidak terima. "tau darimana kamu?"

 "aku sudah sering ke Kota Yu" 
 "Prokerku berhubungan sama program hasil alam, jadi sering ikut ke kota sama orang sini", "sampai sekarang, aku belum nemuin satu lagi kampung di dekat sini"
 
"bicara apa, nipu?" kata Wahyu geram. "Mas" kata Nur, "memang gak ada lagi desa disini, kan sudah pernah di bahas dulu. 

"kalian kalau gak percaya tak kasih bukti kalau ada desa lain di sekitar sini" Widya yang sedari tadi diam, tiba-tiba di tarik oleh Wahyu. "tanya sama Widya kalau tidak percaya" Widya masih diam, lama.

karena tidak sabar, Wahyu membuka paksa tas Widya dan mengambil bingkisan itu, bukan koran lagi yang Wahyu temuin, namun, daun pisang yang terbungkus di jajanan pemberian bapak tua itu.

tepat ketika Wahyu membuka bingkisan itu. Semua orang melihat isi di dalam bingkisan itu, berlendir, dan aromanya sangat amis, tidak salah lagi, di dalam bingkisan itu adalah kepala monyet yang masih segar dengan darah di daun pisangnya.

Semakin hari semakin banyak kejadian diluar nalar manusia,  puncaknya saat sepasang kekasih melakukan hubungan terlarang di tempat keramat desa tersebut
All Rights Reserved
Sign up to add Desa Penari to your library and receive updates
or
#174anakkuliah
Content Guidelines
You may also like
Bunda taehyung~~KOOKTAE by JeonJjkth9795
15 parts Complete
"Tata banguin ayah nak!" " Iya bunaa" teriak sekecil Yaa dia kim/jeon taeguk yg dipanggil tata dia ank angkat taehyung dan jungkook. " aya banun aya kata buna banun suluh mamam"tata ters mengguncang kan tubuh ayah nyaa. "Tata iya ayah bangun." "Pagi sayang" sapa jungkook "pagi jung" Taehyung menghampiri kekasihnya dan membenarkan dasi jungkook. "Jung ceptan kamu sarapan nanti telat kamu kekantornya." Kata taehyung yg selesai membenarkan dasi nya. "Hmm." "Tata mau makn pakai apa nak?." "Tata au pate nudet cama cucis buna." Pekik sekecil , taehyung langsng menyiapkan makan sekecil dan membrikan nya kepada tata Jungkook kini sudh selesai sarapan nya dan langsng menghampri taehyung dan tata jungkook mencium bibir dan kening taehyung dan lanjut cium putra nyaa. Upss calon putra nya. Selasai sarapan tata dan taehyung menghantar jungkook ke depan rumahnya. "Aku berangkat dlu yaa." Kta jungkook dan langsng mencium bibir taehyung ." Yaa kamu hati-hati bwa mobil nya nanti istirahat mau dimaskin apa?" Tanya taehyung "Apa aj yg pentng kamu yg mask." "Tata ayah berangkat dlu yaa jangan nakal loh." Kta jungkook dan memeluk putra nya "Iya aya tata nda natal th." Jungkook hanya tersenyum melihat nya "Yaudh aku jaln dlu ya." Kta jungkook dan langsng msk kemobil nya . "Dadah aya." Seru sikecil , jungkook pergi dan kelakson kan mobil nya. Sekarang taehyung dan tata sudah didalam rumah "Tata mandi yuk nanti kita kerumah grandma." Ajak taehyung dan langsng di anggukan dengan semangat oleh si kecil. Huwaaaa ada yg mau mampir klo mau jgan lupa vote and komen yerobun😙🤗 #jjkth
You may also like
Slide 1 of 9
OBOR PITU cover
KKN DI DESA PENARI (Versi Widya) cover
Bunda taehyung~~KOOKTAE cover
Ramadhan Kita「 ✓ 」 cover
Terjebak di Pasar Anjaya Bawakaraeng cover
CINTA MAS RENDRA 2  cover
Pancasona #WRITONwithCWBP  cover
Cerita Daun dan Bumi  cover
[✔] Klub 513 | vol.2 | Ep.1 : Penunggang Bangkai Kematian cover

OBOR PITU

11 parts Ongoing

"Kau adalah penerus terakhir darah Sri Murni. Hanya kau yang bisa menyalakan obor itu kembali." Kumala Wijayanti, gadis 17 tahun dengan kaki pincang dan hidup sederhana, tak pernah menyangka masa depannya ditentukan oleh sebuah desa yang bahkan tak tercatat di peta. Kedatangan Pandu-pemuda misterius dari desa gaib Obor Pitu-mengubah segalanya. Ia diberi tiket menuju dunia di mana waktu berhenti dan cahaya obor menjadi sumber kehidupan. Di sana, Kumala harus memilih: menerima takdir sebagai penyelamat desa terkutuk itu, atau menolak panggilan darahnya dan kehilangan orang-orang yang mulai ia cintai. Namun setiap obor yang menyala menuntut pengorbanan, dan setiap rahasia yang terbuka membawa Kumala pada kebenaran pahit tentang cinta, darah, dan takdir yang tak bisa dihindari.