Kalbu Kelabu

Kalbu Kelabu

  • WpView
    Reads 329
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Jika berkenan, temui saja dia. Namanya Vernando Rais Cairarza. Dia bukan siswa paling pintar nomer satu yang rajin baca buku. Bukan pula siswa yang memiliki banyak teman dan mudah tersenyum lebar. Ataupun manusia sedingin es di kutub yang tidak punya perasaan. Apalagi dijuluki kulkas berjalan berparas tampan. Bukan. Itu semua bukanlah deskripsi yang tepat untuk menggambarkan siapakah Nando. Nando ibarat abu-abu. Dia setiap waktu bisa bersembunyi di warnai hitam yang suram atau warna putih yang terang. Tidak ada satupun-atau bisa dibilang-belum ada untaian kalimat yang sekiranya mampu mendeskripsikan semua hal tentang Nando. Bagaimana dengan Alika? Apakah dia bisa menemukannya? Nyatanya, Alika tidak hanya menemukan warna kelabu. Ada warna lain di kehidupan Nando yang sayangnya masih bersembunyi karena malu dan masih ragu. Benarkah? Itu nyata, atau hanya pura-pura? "Tentang kalbu berwarna abu." -Kalbu Kelabu- Karya : Nur aini Instagram : nuraiini01
All Rights Reserved
#94
nando
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friendship In Love
  • In Seventy Days
  • ABIYA...
  • Sayang
  • LOVE STORY QIANARRA
  • NANDA
  • DEVAN
  • A L A Y

"Anisa hari ini kamu cantik buangetttt, pakek u tripel t lagi." Rayu Alif kepada Anisa. Anisa sama sekali tidak kebaperan atau ngeflay karena dia atau betul sifat sahabatnya, kalau ada maunya pasti memuji. Kebiasaan yang terhaqiqi. "Dari dulu."ketus Nisa dengan raut muka datar alias biasa-biasa saja. "Tapi sayang Tollloollll L nya tripel tripel." Kata Alif sambil menekan kata Tollol pada kalimatnya. "Loe tu yang begog, kalau gue gak tolol mana mau gue sahabatan sama Alien nyasar kaya loe." Jawab Nisa sambil menjitak kepala Alif saat kata Begog. Mereka memang sahabat yang konyol dan aneh. "Sialan loe." Melihat makanannya dan makanan Reza sudah habis, Alif berdiri untuk kembali. "Za ayo cabut, mbak min nanti yang bayar makanan Alif sama Reza Anisa ya. Soalnya dia baru ulang tahun." Setelah berbicara panjang lebar kali tinggi ditambah volume eh maksudnya setelah berbicara Alif langsung pergi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Anisa. "oke." Jawab mbak Mina Uhuk-uhuk Mendengar kata-kata yang dilontarkan Alif, Anisa langsung kesedak saat minum. "Ati-ati dong kalo minum." "Alien, awas aja loe ya." Teriak Anisa kencang. Dia baru sadar kalau jadi sorotan mata para pengunjung lainnya. Tapi dia tetap tidak peduli. "Emangnya loe ulang tahun Nis? Bukannya masih lama ya?" Tanya Nafisya dengan nada polos. "Ya Allah kenapa engkau beri aku teman sepintar ini?" Mendengar dumelan Anisa, Nafisya hanya tersenyum kecil. "Alif itu lagi ngerjain gue." Dumel Anisa sambil berdiri merogoh sakunya. "Berapa mbak?." Tanya gadis itu kepada mbak Mina. "Sekalian sama Alif Reza kan?" Tanya mbak Mina. "Iya." Baca selengkapnya:")

More details
WpActionLinkContent Guidelines