THE TRAVELLING

THE TRAVELLING

  • WpView
    Leituras 16
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, ago 23, 2019
WpInfo
Ficção
Romance
Hanya sebuah narasia dan fantasi, yang menggambarkan kehancuran hati Rhizka, sang backpaker wanita yang sudah mengelilingi Jawa. Rhizka hanya seorang gadis yang tengah berharap, namun selalu saja harapannya itu dihancurkan. Hingga Rhizka bertemu dengan Nafi seorang mantan ketua OSIS yang membuat hidupnya lebih berwarna.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nafisa (TAMAT)
  • DISA | broken
  • Garis Keras - SQueensl (On Going)
  • Don't Forget To Our Memories
  • rengkainasi kemasa lalu
  • Kapten Hati
  • ELANG & BIANKA || END
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • JEJAK KEGELAPAN, PERJALANAN MENUJU CAHAYA
  • SIMETRI

Nafisa dan Naura adalah anak kembar-lahir dari rahim yang sama, dibesarkan di rumah yang sama, tapi tumbuh di dunia yang terasa sangat berbeda. Naura selalu menjadi bintang keluarga: aktif, ramah, dan selalu jadi kebanggaan Mamah. Sedangkan Nafisa... hanya menjadi pelengkap. Sekuat apapun ia mencoba, prestasinya tak pernah cukup berarti dibandingkan saudaranya. Nafisa diam. Bertahan. Menerima peran sebagai bayangan, hingga satu titik meledakkan segalanya: ketika Naura diizinkan sekolah ke Bandung, sementara Nafisa dilarang ke Malang-padahal itu adalah impiannya sendiri. Di balik luka yang tak terlihat, Nafisa mencoba tetap kuat, meski sempat jatuh dan menyakiti dirinya sendiri. Tapi di tanah rantau yang jauh dari bayangan Naura, Nafisa mulai menata ulang hatinya. Ditemani oleh sosok-sosok baru yang tulus menerimanya, seperti Kak Kemilau dan Kak Viera, Nafisa belajar menyembuhkan luka, mengenali dirinya sendiri, dan berdiri tanpa perlu bayangan siapa-siapa. "Saat dunia tidak berpihak kepada ku, tetapi aku harus tetap hidup." Kalimat itu bukan hanya pengingat-itu adalah napas Nafisa. Sebuah pengakuan bahwa dalam sepi dan luka, ada kekuatan untuk tetap melangkah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo