ATHA✓

ATHA✓

  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 12, 2020
Sepenggal kisah hati Rembulan yang sangat mengagumi Matahari. Matahari sendiri tak tau mengapa setiap Rembulan di dekat nya ia merasa aman dan tenang. "Atha,bolehkah aku jadi sahabat mu?"kata Bulan "Tentu saja boleh mengapa tidak."Atha menjawabnya dengan seulas senyum tulusnya.
All Rights Reserved
#65
seniorhighschool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan Abu-Abu [END]
  • Still You [END]
  • A Not So Love Letters for 13!
  • Travelling Love [Selesai]
  • Kaluna
  • ALETHA ( Completed )
  • SELENOPHILE
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Flat Heart

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

More details
WpActionLinkContent Guidelines