Cerita Langit Sendu

Cerita Langit Sendu

  • WpView
    Reads 74,597
  • WpVote
    Votes 3,865
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 18, 2022
Wajib follow sebelum baca 💕 Dia bukan lagi pecinta senja, dan bukan lagi penikmat kopi. Ia kini hanya seorang anak laki-laki yang sangat suka menatap namanya sendiri, menatap langit mendung yang begitu monoton dengan warna gelapnya. Ya, dia adalah Langit, lebih lengkapnya Abby Langit Pamungkas. Anak laki-laki yang terpaksa harus berhenti menyukai apa yang ia suka. Karena semua keterbatasan yang kini ia punya. "Aku benci pergi keluar saat matahari terbenam. Karena ketika saat itu, wajahnya secara otomatis tergambar jelas di atas sana." ia menunjuk ke arah langit, setelahnya ia menatap gadis yang kini menyandarkan kepala pada pundaknya. Kalau bukan karena Sendu, ia tidak akan mau pergi melihat senja. Sejak saat Senja meninggalkannya, ia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan mencoba melupakan segala hal tentang gadis itu. Termasuk juga bentuk lain dari wujudnya yang selalu muncul ketika matahari terbenam, yakni langit senja. Langit dapat melihat air mata turun dari mata indah Sendu. "Sendu.. Kumohon, berhentilah menangis saat senja muncul, itu hanya membuatku semakin sakit.." suara Langit terdengar pelan di telinga Sendu. "Bukan hanya kau yang sakit karena kepergian Senja.. Akupun demikian, Langit.. Apa kau ingin kita pulang saja? Sepertinya kamu memang tidak ingin kembali mengingat Senja." merasa tak dapat respon, Sendu melirik laki-laki di sebelahnya yang justru terlihat memegangi perutnya dengan ekspresi wajah seperti menahan sakit. Sendu secara otomatis terlihat panik, ia angkat kepalanya dari pundak Langit. "Kamu kenapa, Lang?" Sendu bertanya khawatir. "Alihkan pandanganmu, Sendu! Fokuslah pada senja! Bukankah kau ingin sekali melihatnya? Jangan biarkan Senja merasa..." ucapan Langit tertahan akibat rasa sakitnya yang semakin hebat. --- Cerita ini mengandung unsur sickmale lead. Hemofilia dan salah satu jenis kanker. Agustus 2019
All Rights Reserved
#287
illness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • DUSK TILL DAWN [HSG2] ✔️
  • LANGIT untuk SENJA [FINISHED]
  • Langit Senja (End)
  • Lihat Angkasa, Bunda.
  • Senja dan Langitnya
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Langit.
  • Langit Artharendra
  • Diary [COMPLETED]

"Kamu adalah Senja dan aku adalah Langit. Senja tak akan kehilangan langitnya, namun bisa saja langit kehilangan senjanya. Sama seperti kamu yang tidak akan pernah kehilangan aku, tapi bisa saja aku kehilangan kamu." -Arena Cassandra Aditama "Mungkin Senja akan hilang dari langitnya, tapi dia tak akan benar-benar pergi dan tak kembali. Dia tau caranya untuk kembali kepada langitnya dan menemaninya di ufuk barat." -Geofarma Albara Kisah sang Senja dan Langit tak akan selalu bersih seperti langit tanpa awan. Mungkin bukan krikil namun hanya awan halus yang menyelimuti Senja. Sama seperti kisah sepasang anak manusia berikut ini. *** Anna, sapaan akrab Arena Cassandra anak PMR yang entah bagaimana ceritanya bisa menjadi Vokalis Band di sekolahnya. Hingga bertemu dengan sang Gitaris populer di sekolahnya. Bagaimana jadinya jika si cuek Senja berubah menjadi manis kepada Langitnya? *** Dilain sisi lain, Anna si gadis manis, yang takan pernah dikira sesih dalam hatinya, nyatanya dia adalah orang yang menyimpan masalahnya sendiri. Ayah tirinya yang belum bisa menerimanya sebagai anak dari istrinya, dan selalu mengabaikannya, membuat Anna berasumsi bahwa ayah tirinya membenci dirinya. Dan rasa sayang dari ibunya yang mulai terbagi setelah kelahiran adiknya, membuatnya merasa sedih dan tertekan. Bagaimana kisah sang Langit selanjutnya? Bagaimana kisah sang Langit bertahan saat awan gelap menyelimutinya? A story by: Halcyon

More details
WpActionLinkContent Guidelines