Sebuah Rekam Jejak

Sebuah Rekam Jejak

  • WpView
    LECTURAS 203
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 24, 2019
Sebuah Kisah sederhana dari seorang lelaki yang terus menyia-nyiakan cinta. Banyak orang menganggap lelaki ini selalu mempermainkan perasaan wanita yang selalu didekatinya, padahal jauh didalam lubuk hatinya tidak ada sedikitpun rasa untuk menyakiti, hanya saja lelaki ini selalu salah dalam mengartikan sebuah rasa. Hingga akhirnya lelaki ini harus terjebak dalam sebuah luka lama, sebuah pengharapan lama yang kembali membara. Tidak lagi berminat mencari hati yang baru, rasanya selalu ingin kembali mengulang kisah lama dan mulai merajut kembali dalam lembaran cerita baru. Lelaki ini dirundung keputus asaan perihal cinta, melompat kesana kemari hanya untuk mencari mana yang terbaik, terbang ke masa lalu pun tidak jadi masalah asalkan senua bisa tertulis kembali dalam sebuah lembaran baru.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Putri Hutan Pinus
  • YAKIN (SELESAI)
  • Slice of Love
  • Yang Tersisa Dari Cinta [ END ]
  • Evans life at School

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido