Dia tersenyum lagi , begitu manis dengan rona merah di kedua pipinya , bibir ranum merahnya yang membentuk lengkungan itu sungguh lah indah . Rasanya tubuh ku kaku , bibirku mengatup bungkam tak dapat bicara . Mataku pula tak dapat mengerjap.. seolah alam mengatakan padaku bahwa ini lah keajaiban dunia. Darahku berdesir begitu kencang ,dadaku pun berdegup tak karuan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Aku begitu menyayanginya dan aku akan bahagia bila melihatnya bahagia meski itu menyakitkan untukku.
"Jangan pernah berpikir aku akan pergi darimu selamanya, jae"
"T-tapi hyung apa janji?"
"Tentu, janji!!"