A Day With You

A Day With You

  • WpView
    LECTURAS 407
  • WpVote
    Votos 54
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 1, 2019
Khalisa Saradinata, seorang remaja berusia 16 tahun dan mengidap gangguan kesehatan yang dapat sangat menganggu kehidupannya. Malam itu, dengan segala keterpaksaan Lisa harus menerima clue dari panitia untuk bergandengan dengan seorang lelaki. Sayangnya lelaki itu bukan Artha, Oscar melainkan Rabu, sahabatnya. Lelaki itu ialah Raden Azka Febrian. Si cowok gila sekaligus sinting yang baru mengenal Lisa dalam tiga jam, ia langsung menembak Lisa untuk menjadi pacarnya. Karena hari itu, Raden merasa sesuatu yang aneh pada Lisa "Can i be a friend to u. Lisa?" - Raden
Todos los derechos reservados
#96
depression
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • arsen
  • COMPLICATED
  • How Can I LOVE YOU?! /Ari Irham
  • Can I Call You Mine?
  • Rajendra  [SEGERA TERBIT]
  • My cold boy
  • RAFA(Rain Rafa)
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • EPIPHANY
arsen

Gadis itu tak henti menangis di atas kasur yang entah milik siapa. Ahh bukan gadis, lebih tepatnya wanita. Hatinya terasa hancur melihat keadaannya saat ini. Badan polosnya tanpa busana ditutupi oleh selimut tebal dan apa ini? Seorang pria yang sangat ia kenali sedang tidur di sampingnya. Ia lupa apa yang terjadi padanya dan pria tersebut. Aldara Belvyah Desmon. Yaa itu adalah dara. " hiks..hiks...." suara nya sudah mulai parau karna terlalu lama menangis. Walau dara sudah lama menangis tapi pria di sampingnya tak merasa terusik sedikitpun. " arsen..hiks..." cicitnya memanggil seseorang yang tidur di sampingnya, namun pria itu tak berkutik. Itu Arsenio Adnan Cakrapati, pria famous disekolahnya dan sekaligus sekolah dara. " ARSENN...." pekiknya sembari memukul arsen. Arsen mengerang karna merasa tidurnya di ganggung seseorang. Ia menguap dan mengucek matanya yang masih di serang oleh kantuk. Perlahan arsen membuka mata dan terkejut melihat ada seorang wanita di apartemennya. namun tetap saja ekspresi yang di tunjukan arsen datar seperti tembok. Sungguh pandai sekali pria ini menyembunyikan ekspresinya. " LO APAIN GUA SEMALEM HAA?.. HIKS..." tanya dara memekik di posisinya sembari menutup tubuhnya yang polos. Arsen hanya diam menatapnya dan memperlihatkan ekspresi yang tetap datar, namun matanya mengisyaratkan ke khawatiran yang amat dalam. Arsen juga bingung apa yang telah terjadi antara mereka. hayoo mau Taukan kelanjutan ceritanya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido