We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dinikahin Ustadz

Dinikahin Ustadz

  • WpView
    Reads 19,247
  • WpVote
    Votes 660
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 23, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Bangsat! Ngapain lo deket-deket?! "Astagfirullah, saya suami kamu, Tya." Herra Tya Hartono. Seorang gadis bebas, tidak suka di atur, suka melawan dan nekat. Tertimpa sebuah kesialan menurut nya, karena dia harus di nikahkan dengan Ustadz tampan.
All Rights Reserved
#52
ustad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memeluk Sajadah
  • Assalamu'alaikum, Ust Galak! (END)
  • Niatku Karena Dia
  • HALAL? (COMPLETE)
  • Rumah Singgah Kean
  • Tale On Paper(END)
  • Adam Ajari Aku Hijrah [TERBIT]
  • Aldhefara (Re upload)

Hujan turun perlahan membasahi halaman pesantren kala itu. Safana berjalan cepat dengan mata memerah menahan amarah dan malu yang bercampur menjadi satu. Tangannya gemetar merapikan hijabnya yang sempat tersingkap tanpa sengaja. Ia berhenti tepat di depan Ustad Azam. Lelaki itu terlihat terkejut melihat tatapan penuh kecewa. "Ustad orang pertama yang lihat aurat saya..." suara Safana bergetar, menahan tangis yang sejak tadi sesak di dadanya. "Maka itu nikahi saya." Suasana mendadak sunyi. Bahkan suara hujan seakan ikut berhenti mendengar kalimat itu. Safana menunduk dalam, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. Bukan karena ia mencintai Azam, tetapi karena harga dirinya terasa runtuh saat aurat yang begitu ia jaga justru terlihat oleh seorang lelaki. Azam memejamkan mata sejenak. Rasa bersalah menghantam dadanya. Semua terjadi tanpa sengaja, namun ia tahu luka di hati Safana tidak sesederhana kata maaf. "Bismillah... insyaAllah saya siap menikahimu," ucap Azam pelan namun tegas. Safana terdiam. Dadanya semakin sesak. Entah kenapa jawaban itu justru membuat hidupnya berubah kala itu. Karena sejak kalimat tersebut terucap, bukan hanya tentang pernikahan yang menanti mereka... tetapi juga rahasia, fitnah, dan hati yang perlahan mulai saling jatuh cinta

More details
WpActionLinkContent Guidelines