Kilometer

Kilometer

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 24, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Sebuah jalan yang terus dilalui. Satu langkah yang mempunyai satu cerita dan arti. Langkah tersebut tidak pernah ada yang tahu dimana akhirnya. Seorang yang tidak berhenti dan selalu meneruskan langkahnya tanpa mengetahui akhirnya. Ia seorang pemuda, tapi tidak lagi muda penglihatannya. Lewat ribuan kilometer ia berhasil menjadi dewasa dengan caranya, dengan langkahnya, dan dengan penglihatan. Mungkin ia tidak diterima dalam logika kebanyakan orang, namun logika tersebut juga bukan logikanya. Ia berpikir lebih baik melangkah dan menceritakan apa yang ia lihat. "Aku ceritakan apa yang kuketahui, tapi belum tentu itu hal yang benar. Bisa saja itu salah, karena aku bukanlah sebuah kebenaran. Tapi orang yang mencari kebenaran. Tapi tidak seutuhnya benar," ujarnya, ketika ia berbisik dan berbalik mengambil perannya menjadi manusia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JALANKU
  • Cinta Dan Nafsu
  • The Cursed Prince
  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era
  • PAIN [Boboiboy]
  • Puncak yang tak terjangkau
  • ECHOES FROM THE FORGOTTEN || BL HALITAU FANTASY AU-Boboiboy Elemental Ship
  • BALADA KEHIDUPAN
  • K E T O S
JALANKU

Berjalanlah seorang anak manusia dari kalangan Jelata yang tinggal di desa,jalan yang dituju adalah jalan yang benar ,akan tetapi jalan yang benar itu belum jadi,belum di bangun sehingga anak itu tidak tahu kebenaran jalan itu. Awalnya ia yakin itu jalanya karena dari seorang yang dia kenal patutlah di sebut seorang pemandu. Ketika jalan itu ternyata belum ada maka anak itu kembali lagi menanyakan tetang jalan yang benar itu kepada pemandu tersebut. Sang pemandu berkata,,"kenapa kamu kembali ,bukankah aku telah memberi petunjuk". Si Anak menjawab sambil berkata," Tahu darimanakah Tuan kalau itu adalah jalan yang benar". Pemandu menjawab dengan enteng,"kalau kamu tak percaya padaku tanyalah kepada yang lain atau cari pemandu lain". Dengan nada raut muka menyesal dan pasrah si Anak itu berlalu di hadapan pemandu. "Sudah ku tempuh jalan itu seperti kata pemandu ,sudah banyak halang rintang kulalui dengan senang hati,ternyata jalan yang di maksud itu belum ada, belum di bangun hanya hutan belantara ,harus kemana aku melangkah lagi,menunggu atau kembali".

More details
WpActionLinkContent Guidelines