Maaf, Aku Pergi

Maaf, Aku Pergi

  • WpView
    LETTURE 83
  • WpVote
    Voti 9
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, set 1, 2019
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Penantian Silfa tak ubahnya hanya sebatas inginnya. Keyakinannya memaksanya untuk mengikhlaskan Faqih. Ya, laki-laki yang pernah ia kagumi saat dibangku SMA. Perjalannya menapaki dunia luas membuatnya melupakan sejenak uraian doa yang penah tergores sebagai bentul rindunya pada laki-laki berdarah campuran jawa dan lombok itu. Iya termenung menatap langit penuh asap hitam di langit palestina. Tak terasa buliran bening mengalir membasahi kain hitam penutup wajah putihnya. "....doorr..." suara tembakan membuat tubuh yang punya kaku matanya terbelalak...
Tutti i diritti riservati
#698
merelakan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • THE SECRET LOVE
  • Cinta dalam do'a
  • Jannah.
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • Pria Paling Layak ✔
  • TAKDIRKU BERSAMAMU
  • Gus Rizal My Husband [HIATUS]
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • Rasa Dalam Sujudku

[Cerita ini sedang di tangguhkan] - - "Ustadz, cinta itu bukan sekadar kata rencana dan takdir-Nya bukanlah bencana" Ucap lirih Azzahra kepada sosok laki-laki yang gak jauh berdiri dibelakangnya. Dengan tatapan sendunya, ia mencoba mempertahankan gadis didepannya. Ia tau dengan jelas kesalahannya dan berharap dapat memutar balik kembali kenyataan yang menjadi suratan takdir-Nya. "Saya mengakui saya salah, saya berharap masih ada kesempatan untuk saya memperbaiki salah saya, ra maafkan saya" Azzahra menghirup udara perlahan "InsyaaAllah saya sudah memaafkan ingkarmu. "Jadi ra.." kalimat Azzam terputus oleh Azzahra "Meski demikian mohon maafkan saya tidak bisa memberi apa yang Ustadz Azzam harapkan, tolong hormati keputusan saya." Ucapnya dan berlalu masuk ruangan kembali. Azzam terdiam menatap punggung gadis yang teramat ia cintai berlalu begitu saja, ia merutuki kesalahannya dan tergiur oleh nafsu dunia. Kini semua telah berakhir, ia yang bersalah atas hancurnya ikatan yang telah direncanakan lama.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti