Kinanta

Kinanta

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 24, 2019
Di saat aku sudah mulai berubah kenapa kau memberikan harapan seakan aku bisa mendapatkan hati muh "kinanta syifa Percayalah kepadaku hatiku sudah kau curi aku seudah mengerti bahwa dendamku terhadapmu seudah terhapus kan karna cinta muh yang begitu tulus "raka randum wijaya Sifatnya yang menurut menjadi pembangkang Sifatnya yang perhatian menjadi menjadi dingin Sifatnya yang manja menjadi acuh Di mana istri kuh yang ceria aku rindu itu Aku mohon jangan hukum aku seperti ini aku bisa mati "raka randum wijaya Kau lah yang mengubah kuh seperti itu "kinanta syifa Ini kisah cinta antara kinan dan raka, kinan yang selalu mengambil perhatian raka dam selalu di acuhkan dan di marah oleh raka, setiap sikap kinan selalu salah di mata raka Aku kasihan dengan muh suami sendiri tapi tidak mempercayai muh dan malah mempermalukanmuh di depan orang banyak "karinata syafa Cerita ini ada orang ketiga dan banyak masalah lainnya
All Rights Reserved
#12
pengianatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Narasi patah hati
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • save me
  • Cinta Halalku (Alisyia_Alka) [Revisi]
  • Angel To Raya (END)
  • BUNGKAM
  • REYFAL

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines