Halu
  • WpView
    přečtení 676
  • WpVote
    Hlasy 73
  • WpPart
    Části 18
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno pát, pro 13, 2019
Seseorang yang selalu membayangkan sesuatu berandai andai akan hal yang tidak mungkin terjadi. Pada dasarnya halu itu menyenangkan, ia lebih senang berhalusinasi dibandingkan dengan melihat kenyataannya sendiri. Karena halusinasi lebih indah dibandingkan kenyataannya yang pahit. Ketika ia jatuh cinta kepada seseorang,ia berharap dan membayangkan masa depan yang indah bersama seseorang yang ia cinta itu. Tapi kebohongan menghancurkannya, ia menjadi membenci hal hal yang semula ia sukai. Termasuk berhalusinasi.
Všechna práva vyhrazena
#51
ugly
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Your Are Only Mine
  • When We were Us
  • Miracle Love [Omegavers]
  • Eloven Is Endless Pain [END]
  • Sincerely (Sung Jinwoo x M. Reader)
  • Bohong (Revisi)
  • PEPROMENO || HYUCKREN

"mau kamu menjerit, meminta atau bahkan memohon sekalipun tidak akan pernah aku lepaskan, kamu milikku, dan sampai kapanpun kamu hanya akan selalu menjadi milikku, sayang" ucap seorang pria sambil tersenyum dihadapan gadis yang terus menangis. "aku mohon lepaskan aku.. ini salah.. bukan seperti ini caranya.. kamu terlalu berlebihan.. aku mohon.. aku takut.." ucapnya yang terus menerus menangis dihadapan pria yang bahkan tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. "aku ingat disaat terakhir kali sebelum kita berpisah kau juga mengatakan hal yang sama" pria tersebut kemudian berjalan pergi hendak meninggalkan ruangan tersebut. "tunggu, terakhir kali sebelum berpisah? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" gadis tersebut berhenti menangis dan mencoba mengingat kembali tentang pria tersebut namun gadis tersebut tidak bisa mengingat soal pria tersebut sama sekali, dia yakin bahwa mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan dia tidak pernah mengucapkan bahwa dia takut dengan pria tersebut, tidak sebelum kejadian beberapa minggu ini. "pikirkan saja jawaban itu sendiri, kau pasti bisa mengingatnya" pria itu kembali berjalan dan meninggalkan ruangan tersebut kemudian terhenti dan berbalik "itu pun kalau kau masih mengingat diriku" pria itu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat, ketempat dimana semuanya berawal. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu