Aneka imajiner dan hembusan realita hidup bisa tertuang dalam tayang tulisan puisi maupun cerita silat dewasa ala KriswanDriyanto.
Atau sekedar muncratan curhat. Singkat.
Yang tertabur benih gagasan imajinernya layak tanam di demensi Kebun Dongeng Catramanjiwa.
Judul Tulisan pun terkadang sekedar tanda untuk mudah atau sekedar sensasi unik saat mau dicari, dibaca, dikenang, disimpan. Atau sebagai inspirasi dinamika hidup pribadi.
Sebagai Gaung Relung-Relung Renung.
Sebagai Pijar Binar Menjiwa Fajar.
Sebagai Bugar Akal Budi.
Bigar Hati Nurani.
Binar Naluri Batin.
Segar Diri Menghening-bening.
Karena itu, layaklah kuhamburkan Halusinasi Rendaman Embun Samadi Hening Jiwa pada Lahirnya Tokoh-Tokoh Kesunyian, yang behulak pikir dan rasa, bergelinjang naluri batin dan kehendak hening, yang berperang dengan diri sendiri di Medan Perang Kesendirian ketika Jagad Kedigdayaan Geger oleh Ambisi dan Egois yang mewujud.
Pada Cerita Silat Dewasa Jantra Jala Jiwa, terjadi dinamika Tokoh-Tokoh Kisah Datang-Pergi di Jagad Imaginer.
Mereka Merdeka Menjala Jiwanya Sendiri. Atau Menjala Jiwa Tokoh Lain. Baik dengan Kedigdayaan Gaib Arusan Putih ataupun Arusan Hitam.
Inti cerita: dengan kegaiban dan keajaiban ilmu maha digdaya serta cinta sehati-sejiwa, Jantra Jala Jiwa dan Netra Nyala Nyawa memiliki kesamaan visi dan misi "Mencari Guru Yang Hilang sekaligus Mencari Tahu Mengapa Jantra dan Netra Tlah Dipersiapkan Sejak Dalam Kandungan untuk Maha Digdaya, Mencari Sumber Asli Ilmu-Ilmu Mahasakti, Melacak Jejak Asal Muasal Diri Sendiri, Membongkar Dalang dan Mencari Tahu Alasan Mengapa Ada Gerakan Kesepakatan Pembunuhan Terhadap Jantra dan Netra, ....
Semua diharapkan sebagai cermin jiwa.
Baik bagi Pembaca maupun Penulisnya Sendiri.
Salam Refleksi Giras Cerdas.
KriswanDriyanto.
Kebun Dongeng Catramanjiwa.
Jetis Kadisobo II,
Sleman 55513.
Daerah Istimewa Yogyakarta.