Butuh Waktu

Butuh Waktu

  • WpView
    Reads 1,235
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
Perpisahan adalah hukum alam yang paling menyakitkan. Meski telah berusaha untuk menghindarinya, tetap saja semua akan berjalan dengan semestinya. Jalan teraman ialah melupakan. Namun, semua itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang lama untuk merestart segala kenangan. Menghilangkan tawa dan wajahnya yang masih sering terngiang dalam ingatan. Persiapan tenaga dan mental adalah hal yang paling utama karena terjebak dalam perasaan yang kian beku itu menyebabkan tangis, perih dan kecewa. Namun, sampai kapan ingin terjebak di dalam ruang luka? Sementara ia telah berbahagia dengan yang di sana. Bukankah kita juga mempunyai jalan untuk bahagia? Paradigma diri seketika tersadar, niat dan usaha lah yang semestinya dilakukan hingga perihal melupakanmu akan terasa mudah, tetapi hanya butuh waktu saja..
All Rights Reserved
#198
cantik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • ALANDRA [TAMAT✓]
  • Stela 2 [ SELESAI ] ✓
  • Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖]
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Be My Husband [REVISI]
  • My Uncle Is My Husband (REVISI)
  • 2. Antariksa Berkelana [Completed]
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

More details
WpActionLinkContent Guidelines