Butuh Waktu

Butuh Waktu

  • WpView
    Reads 1,235
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
Perpisahan adalah hukum alam yang paling menyakitkan. Meski telah berusaha untuk menghindarinya, tetap saja semua akan berjalan dengan semestinya. Jalan teraman ialah melupakan. Namun, semua itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang lama untuk merestart segala kenangan. Menghilangkan tawa dan wajahnya yang masih sering terngiang dalam ingatan. Persiapan tenaga dan mental adalah hal yang paling utama karena terjebak dalam perasaan yang kian beku itu menyebabkan tangis, perih dan kecewa. Namun, sampai kapan ingin terjebak di dalam ruang luka? Sementara ia telah berbahagia dengan yang di sana. Bukankah kita juga mempunyai jalan untuk bahagia? Paradigma diri seketika tersadar, niat dan usaha lah yang semestinya dilakukan hingga perihal melupakanmu akan terasa mudah, tetapi hanya butuh waktu saja..
All Rights Reserved
#73
fiersabesari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • 2. Antariksa Berkelana [Completed]
  • My Uncle Is My Husband (REVISI)
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • From Hate To Love [SELESAI]
  • 2 Reflection
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)

Senja selalu menjadi saksi bisu setiap pertemuan kami. Di bawah langit jingga yang mulai memudar, aku selalu menemukan kedamaian saat bersamamu. Setiap sore, ketika matahari perlahan tenggelam, hatiku seakan menemukan pelabuhan setelah sekian lama berlayar. Aku ingat pertama kali kita bertemu. Saat itu, kau sedang duduk di tepi pantai, menatap jauh ke arah horizon. Ada kesedihan yang terpancar dari matamu, namun saat aku menghampiri dan mengajakmu bicara, senyummu merekah seindah mentari pagi. Sejak saat itu, aku tahu bahwa aku ingin selalu melihat senyummu. Setiap hari, kita menghabiskan waktu bersama. Kita berjalan-jalan di sepanjang pantai, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Kau mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan, tentang cinta, dan tentang arti kebahagiaan. Aku merasa begitu beruntung memilikimu. Namun, tak semua kisah cinta berakhir bahagia. Ada saatnya kita harus berpisah. Jarak dan kesibukan masing-masing membuat kita sulit bertemu. Meski begitu, rinduku tak pernah hilang. Senja selalu membawamu kembali dalam ingatanku. Aku sering bertanya-tanya, apakah kau juga merasakan hal yang sama? Apakah kau juga mengingat semua kenangan indah yang pernah kita buat bersama? Aku berharap suatu saat nanti, kita bisa bertemu kembali dan melanjutkan kisah cinta kita. WARNING: ADULT THEMES (18+). This content is intended for mature audiences and adheres to Wattpad's guidelines for mature ratings.

More details
WpActionLinkContent Guidelines