"So She Would Live" (The End)✓✓

"So She Would Live" (The End)✓✓

  • WpView
    Reads 10,578
  • WpVote
    Votes 1,413
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 29, 2023
WpInfo
Fanfic
EXO
Dear Kim Sejeong, Lumba-lumba manisku, Kau tahu, aku menginginkanmu. Harapku itu bukanlah rahasia yang ingin kusembunyikan lagi. Semua yang terjadi antara kita, bukan tidak direncanakan. Kemudian, takdir menarikmu sangat jauh hingga tak terjangkau olehku. Tapi, kau akan terus berada di dalam hatiku. Kau adalah nafas dan alasan aku hidup, jadi siapa yang akan menghentikanku jika diputuskan bahwa kau adalah takdirku. Bagaimana jika kita menulis ulang kembali kisah itu, menulis jika kau tercipta untuk menjadi milikku. Dalam cerita kali ini, tidak akan kubiarkan siapapun merebutmu dariku bahkan kematian sekalipun. Dear Oh Sehun, Pinnochioku, kau pikir mudah untuk menulis kembali? Sedangkan di dunia baru ini hanya kau yang mengingat semuanya. Terluka dan berjuang sendirian. Kau pikir, aku bisa jatuh cinta padamu dengan mudah? Aku juga ingin, namun ada pintu-pintu (ingatan) yang tidak bisa kulewati. Kau kembali, namun menemukanku yang tidak tahu tentang keinginanmu. Bagaimana bisa kau mengatakan tak ada yang bisa menghentikanmu untuk menjadikanku takdirmu jika hanya kau yang ingat sedangkan aku tidak. Tapi, dalam cerita masa depan yang kau ceritakan padaku. Kita bisa mengubahnya, yaitu menulis ulang takdir kita satu sama lain.
All Rights Reserved
#382
ffkpop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Sadness
  • Aku, Kamu, & Waktu (Chaennie) Terbit ✅
  • Light In The Forest KookJin-Gs (End)
  • Truth and Choice (END)
  • Assalamu'alaikum Seoul The Series (Complete)
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • FORGIVE ME [PJM] COMPLETE
  • First And Last

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines