Hold My Hand and Walk With Me

Hold My Hand and Walk With Me

  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
Highest Rank : #4 - diaryku (24 Sept 2019) Malam Karel indah bersama Mocha. Sinar yang muncul seperti derauan angin yang menembus dedaunan kering mengusik mimpinya. Berbunyi "kreekk.. krekkk..kreekk" Membangunkan Karel dari tidur panjangnya. Tau apa makna bunyi itu? Itu tandanya ia (angin) bersuara. Ingin menyampaikan sebuah pesan yang belum tersampaikan entah dari mana asalnya. Mungkin saja, berisi keluh Mocha pada angin malam. Pikiran itu cukup mengganggu, batin Karel. Seluruh tubuhnya tertutup peluh yang bercucuran keringat menunggu terbitnya mentari esok hari. Pada bisiknya, angin bercerita tentang kerasnya Karel yang menjalani hari-harinya dengan serius. Namun keluhnya tak pernah terdengar oleh siapapun sebelumnya, karena tersembunyikan. Sudah berapa lama??? Hingga bertemu air di tepi daratan. Karel masih bermurung diri dalam ruang hampa dan mulai menanyakan bimbangnya pada angin, tentang apa itu Kerinduan?? Yang pernah terpendam, tak punya waktu untuk disampaikan. Tak ada celah untuknya menyatakan. Karel kembali bimbang, "Apakah aku akan pergi? Dan beranikan diri untuk katakan ini? Ah sudahlah, Mocha tak akan mengerti" Cover by, me
All Rights Reserved
#3
diaryku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Crying Little Girl
  • REINKARNASI (END)
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Jomblo Gudang Kosong✔
  • ✔️(18+) ANDRIANA (REPOST)
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Not Always Alone (Sudah Terbit)
  • Satintail
  • TULIP ✔
  • Bianglala

"Jangan tidur lagi, please." Karmila duduk berlutut di atas kasurnya. "Ada apa sih Mil?" tanya Oka yang mulai ikutan kesal. "Kalian dengar ga sih?" Karmila memandangi kedua temannya secara bergantian. "Dengar apa? Ga ada suara apa-apa. Jangan gila deh." Santo mengucek kedua matanya. "Kalian diam dulu." . . . Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata yang diceritakan oleh salah seorang teman. Tentu saja semuanya sudah diubah menjadi fiksi yang murni karya saya. Semoga suka. Kalau suka, jangan lupa vote atau komen ya :) Ada masukan, juga boleh komen kok. Please jangan di copy ya, hargai hasil karya orang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines