SHEILA - Perjalanan 3 Babak [ONGOING]

SHEILA - Perjalanan 3 Babak [ONGOING]

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2020
Sheila Clarissa seorang anak perempuan yang periang hidup di keluarga berkecukupan dan harmonis. Harus kehilangan itu semua disaat perusahaan turun temurun dari bapak bangkrut karena kasus penipuan.Karena kasus bangkrutnya perusahaan membuat kehidupan Sheila berubah. Munculnya teman lama bapak yang menjadi penolong bagi keluarganya pun malah menjadi petaka lain bagi keluarga Sheila. Penderitaan demi penderitaan datang pada Sheila. Membuat Sheila harus mengorbankan sekolah dan mengorbankan apa yang paling penting bagi dirinya sendiri. Setting waktu pada novel ini berada sebelum "CINDY - Sebuah Kisah Kelam", dan mengambil sudut pandang dari teman Cindy yaitu Sheila. Seorang teman yang mensupport Cindy pada masa-masa kelamnya. Beberapa bab mungkin akan berisikan adegan dewasa.
All Rights Reserved
#805
derita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Lilin di tengah hujan [END]
  • Ephemeral
  • KALANDRA with ES [END]
  • Anak yang tak pernah diinginkan [Xodiac]
  • Sisi Lain Langit Senja
  • LOVE RISK 1 || BxB🔞⚠️ [END]✓✓
  • DI HARI KELULUSAN
  • Hari Bersamanya

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines