Dia Teman dan Harapan

Dia Teman dan Harapan

  • WpView
    Reads 428
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 8, 2019
Dan... ya... Direnggutnya milik Semesta yang kadang gemar bercanda tepat pada waktunya. Tapi, tidak bagiku yang berpikir ini belum saatnya dan mungkin masih banyak yang belum sempat aku lakukan. Mungkin, begitulah jalan cerita dari anak yang hampir jarang bersyukur dengan hidupnya sendiri. Diambil sesuatu yang dianggapnya mengerti dengan rumitnya jalan pikiran dan isi pikiran si anak yang hapir tidak menyadari anugerah yang dia terima. Keputusan yang sangat bijak selalu dilontarkan Semesta pada ciptaannya, termasuk mengambil milik kepunyaannya. Semesta memang gemar bercanda. Meskipun begitu, aku masih manusia yang fana yang kadang tak bisa menerima kenyataan. Tidak tepat bagiku belum tentu juga tidak tepat begi Semesta. Satu pertanyaanku, selanjutnya apa yang akan menghiasi jalan ceritaku ini?
All Rights Reserved
#43
blue
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan
  • Grisella Laurensa
  • Kamu Yang Terindah ( ORINE ) -END
  • SHEFAYRA
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • PUNDUNG FAMILY [Revisi]
  • Bunda oline dan bayi tata
  • ABOUT ERINE (orine)
  • Darkness [ORINE]
  • SEMESTA

Pernah nggak sih, lo ngerasa hidup lo kayak parodi yang nggak lucu-lucu amat? Awan, si tokoh utama dalam cerita ini, bukanlah pahlawan, bukan juga pecundang. Dia cuma... anak biasa yang sering merasa aneh di dunia yang lebih aneh lagi. Dari ruang kelas yang isinya lebih absurd dari sinetron jam 10 malam, sampai momen traumatis dipanggil pakai nama bapaknya sendiri oleh guru baru yang (ironisnya) bernama Selamet, semua ditulis dengan gaya satir, jujur, dan kadang bikin nyengir kuda. Bab demi bab mengupas kepingan masa kecil yang penuh luka kecil, ejekan teman, dan sistem pendidikan yang katanya demi "masa depan", tapi sering bikin masa saat ini jadi neraka kecil. Tapi jangan salah, di balik segala kekonyolan dan nostalgia getir itu... ada sudut pandang jujur tentang menjadi manusia. Tentang diteriakin nasib, dibecandain semesta, tapi tetap berusaha nyari tempat buat berdiri. Kalau lo pernah merasa nggak cocok di dunia ini, mungkin lo dan Awan cuma beda nama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines