hati ku masih menetap di satu hati
Yaitu Kamu,
Cinta memang tak pernah salah,
Yang salah adalah aku yang membiarkan rasa ini tetap ada,
Hingga hanya angan yang membuat kita bersatu,
Akulah senja yang tak bisa menggapaimu seutuhnya,
Menggenggam tanganmu saat kakimu mulai lelah untuk melangkah,
Perihal ini,aku kemudian belajar,
Bahwa kamu adalah halusinasi ku,
Kita hanyalah sebuah Kata yang tak akan pernah bersatu,
Akulah senja yang akan memberimu keindahan,kedamaian dan ketenangan saat kamu penat,
Dan akan menghilang tergantikan oleh malam,
Cintaku melepaskanmu dengan tulusku,
Seperti sebuah lilin yang rela terbakar untuk menerangi,
Kini kamu sudah diambil oleh takdir,
Kini, biarkan Tuhan yang mengiringi langkah kita,
Membuat kita lalu mendewasa dan belajar memaknai
"Bersamamu adalah sebuah kemustahilan yang kuharapkan."
"Terlalu banyak tanya dibenakku tentangmu, terlalu banyak hal yang kupikirkan tentang dirimu. Sampai aku lupa, jika aku dan kamu hanya akan menjadi sebuah kata yang berdiri sendiri dan tidak akan bisa bersatu menjadi sebuah frasa."
Aku dan kamu bukan seperti hujan yang memiliki bumi untuk meneteskan airnya.
Bukan seperti sungai yang memiliki samudera untuk bermuara.
Bukan juga kata dan frasa yang memiliki sebuah buku untuk menetap.
Aku dan kamu hanya saling dipertemukan, tanpa diizinkan untuk saling memiliki.