Magical but Not Magic

Magical but Not Magic

  • WpView
    Reads 311
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2020
Bagi manusia normal, berpindah dari satu tempat ke tempat lain itu, ya harus berjalan, berlari, atau menggunakan alat transportasi. Dalam fisika disebut gaya dan usaha. Selain itu, juga perlu waktu serta tenaga. Bagi manusia normal, apa yang sedang dipikirkan seseorang, tentu hanya orang itu sendiri dan Tuhan yang tahu. Kecuali jika dia menceritakan pikirannya itu kepada orang lain. Bagi manusia normal, penglihatannya hanya mampu melihat hal yang nampak nyata, kasat mata, dan sesuai dengan logika tentunya. Tidak bisa melihat sesuatu yang asalnya dari dimensi lain. Tapi, itu hanya berlaku bagi manusia normal. Catat! Hanya untuk manusia normal. Tentunya, tidak untuk manusia yang tidak normal, seperti kami. Percaya tidak? Kalau tidak, ya bagus. Berarti kalian manusia normal. Sekali lagi, percaya tidak? Semoga saja tidak. Karena kalau iya, berarti kita satu spesies. Mau disebut satu spesies dengan kami? Ya, kami memang orang yang tidak normal, kalau belum jelas. Copyright©2019 By: Azzura Naartira
All Rights Reserved
#96
ajaib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Mesin Waktu [TAMAT]
  • Magicia Lovu(✔️)
  • Mind Seth [END]
  • 𝐁𝐄𝐂𝐎𝐌𝐈𝐍𝐆 𝐀 𝐌𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 𝐎𝐟 𝐓𝐖𝐈𝐍𝐒 {Slow Update}
  • RADEV [COMPLETED✔️]
  • Sihir Sang Pangeran-CH【𝐄𝐍𝐃】
  • The Return Of Gods || CH || Indo
  • The Twillight's Journey
  • Aku Terlahir Kembali (End)

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines