Story cover for TE-AMO by Elfra24
TE-AMO
  • WpView
    Leituras 136
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 17
  • WpView
    Leituras 136
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 17
Em andamento, Primeira publicação em ago 26, 2019
Rea itu kalau lagi bucin sama orang, jadi bodoh. Mau berapa kali ia di caci maki, di tuduh, dan di sakiti sama orang yang dia suka juga dia akan tetap suka. Apalagi yang ia sukai ini lelaki tampan yang banyak bisanya. not a shake yaa.

Hariz lelaki tampan pilihan Rea namun bukan Rea pilihan Hariz. Sifat Hariz yang kadang dingin, kadang hangat, kadang ketus, kadang jahat pada Rea tak sedikit pun membuat Rea menyerah untuk mengejar cintanya.

Hariz harus menjadi suami dan ayah dari anak anaknya, meski harus di katain bodoh oleh seluruh dunia pun Rea memilih budek si. Dan memilih terus menggatal pada Hariz. 

"Kalau tuhan ga kasih jalan buat kita bersama, gue cor sendiri jalannya kebetulan om gue kontraktor." 

Kan sudah dibilang Rea itu gila kalau sudah bucin. Namun setelah ia berhasil meluluhkan hati Hariz, benarkah mereka bisa terus bersama? Bagaimana dengan penyakitnya yang suatu saat bisa membuatnya jauh dari Hariz.

Yapssss ini lapak bucin ya teman temannn.......



{Draft since 2021}
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar TE-AMO à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Badgirl Masuk Pesantren (END), de nurulstyansh
51 capítulos Concluída
[Republish-Revisi] Alisya Azzahra Maudy Ayundari. Bayangkan jika seorang Badgirl masuk Pesantren? Sifatnya yang tomboy, jarang betah berada di rumah, dan sering kali mengikuti balapan dengan teman-temannya. Hingga kedua orang tuanya memutuskan sang anak untuk pindah ke sebuah Pondok Pesantren milik sahabatnya. "Papa... Alisya nggak mau masuk Pondok Pesantren! Alisya janji pasti bakal berubah paah... papa... " "Ini semua demi kebaikan kamu juga Alisya dan maaf untuk hal ini mama sangat setuju dengan keputusan papa." "Pokoknya Alisya nggak mau! TITIK!! Mama Alisya nggak mau. Mama jangan tinggalin Alisya!! Mama dengerin Alisya dulu... Ck, ish!" Dan keputusan pun telah dibuat dan tidak bisa diganggu gugat. Mau tidak mau Alisya harus menuruti permintaan kedua orang tuanya. Hingga saat Alisya tinggal di Pondok Pesantren ia bertemu dengan seorang lelaki yang ia juluki sebagai pengganggu hari-harinya. Lalu apakah sikap Badgirl nya akan berubah jika sudah tinggal di Pesantren? Dan siapakah sosok lelaki yang dimaksud olehnya? *** Muhammad Ali Yusuf Alfaidzhan Ali. Yup itu adalah nama yang sering disapa dan dikenal dikalangan Pondok Pesantren. Ali sangatlah populer dikalangan para santri dan wati di Pesantren tersebut. Dikarenakan Ali adalah sosok laki-laki yang sangat ramah, baik, dan yang lebih memesona lagi adalah akhlak dan ketampanannya. Ali selalu menampilkan senyumannya kepada siapapun dan bersikap ramah kepada siapapun. Namun ternyata dibalik senyumannya itu, Ali tidaklah nyata tersenyum bahagia. Melainkan Ali adalah sosok yang rapuh dibalik senyumannya. Ali mampu menampung kesedihan yang mendalam dan sebisa mungkin Ali menyembunyikan dalam diamnya meski sering kali Ali menangis di dalam bilik kamar seorang diri. Lalu apakah alasan Ali bersedih dan sering kali menangis? ___ Penulisan masih jauh dari kata sempurna. Mohon diingatkan apabila ada kesalahan. Selamat membaca ❤️ Cerita Oleh Nurulstyansh #fiksi-islami
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
VEIL OF MIST cover
SIMPAN RASA [ TERBIT ] cover
always you  | [END]  cover
1. Secret | Xero〔✔〕 cover
Badgirl Masuk Pesantren (END) cover
ON REMEMBERING cover
Bidadari Dari Surga (COMPLETE) cover
Rumahku Masih Atas Namamu (Revisi)  cover
Leonard cover

VEIL OF MIST

19 capítulos Em andamento

Demi melindungi perusahaan dan putri bungsunya dari ambisi rival serta keserakahan dua putranya, Yudhistira Prasodjo menikahkan sang putri dengan tangan kanan kepercayaannya, seorang pria dengan masalalu percintaan yang kelam. "Jangan paksakan memeluk seseorang yang di dadanya tertancap pisau" _Tama Alvian Prameswara_ "Cukup berikan aku waktu untuk mencabut dan menyembuhkan lukanya" _Zara Aurellin Prasodjo_