Magic?? U Mean That Fantasy Thing??

Magic?? U Mean That Fantasy Thing??

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Sep 7, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Manusia,Dewa, dan iblis hidup damai sejak berabad²..... Tapi hari ini Manusia melewati batas dan membuat tatanan itu tidak stabil.. awal terjadinya ragnarok "Pernah gk khayal hidup di isekai yg ada sekolah sihir nya gitu??" "Kalau pernah yaudah...cuma mau nanya:v" Enjoy the stories Jangan lupa vomen:v
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • Became the Demon King
  • I'm More Than Just A Princess
  • X WORLD:revenge of a weak student[end]
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • THE BROKEN CONCORD
  • [END✓]Gekke koppels
  • The Adventure Of Time Walker

short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman