Cantik karena Akhlak

Cantik karena Akhlak

  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 27, 2019
Cantik itu bukan tebalnya bedak yang mengenai pipi. Namun, tentang iman dan hati. Fisik bisa dikatakan sempurna, semua pasang mata menyukainya. Namun, jika akhlak dan imannya tak secantik fisiknya, maka kecantikan itu tidaklah bermakna. Maka, jadilah cantik dengan cara yang berbeda. Menjadi perempuan yang terhormat, mahal, dan terjaga. Jika terus memikirkan tentang fisik, maka bersiaplah untuk begitu kecewa jika masa tua tiba. Karena, kulit indah itu akan berkeriput, badan langsing itu perlahan membungkuk dan pada akhirnya kecantikan yang selama ini didapatkan tidaklah bertahan. Menjadi perempuan terjaga akan lebih bermakna. Mempunyai iman yang sempurna akan lebih berharga. 🌸Ini adalah motivasi pertama saya.. Jika ada kesalahan mohon di kritik karena saya masih belajar #sepercik_motivasi
Todos los derechos reservados
#487
motivation
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • BE MY SELF
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Imam Untuk Raina (Selesai)
  • Mengejar Ridho Allah
  • Nasehat Dan Motivasi Islam
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido