The Way To Belief

The Way To Belief

  • WpView
    Reads 731
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 4, 2021
Tragedi itu menyisakan luka begitu dalam, meski 16 tahun telah berlalu namun waktu seakan berjalan mundur membawanya pada masa itu lagi dan mengolok-olok nya dengan sejuta kepedihan yang tersisa. Kepedihan yang membawanya pada kebencian dan kehilangan kepercayaan pada Tuhan nya. Hatinya selalu bertanya, dimanakah Tuhan saat aku membutuhkannya? Namun, Seseorang datang membawa cahaya iman. Dia yang tak pernah dikenali wajahnya, hanya mata yang menyejukkan yang tidak pernah menatapnya. Sang singa, Umar bin Khattab yang keras serta bengis pun luluh pada Cahaya Iman, hingga mampu menjadi tameng untuk kaum muslimin. Apakah kisah Umar akan kembali terjadi di akhir zaman ini, pada seorang keras kepala nan sadis yang kehilangan kepercayaan pada cahaya itu, seorang Aksa Delvin Abrisam? Wahai semesta, jadilah saksi perjalanan ini. Perjalanan mengembalikan kepercayaan, Menuju iman... ♔♔♔ Sesuai judulnya, ini adalah kisah perjalanan pencarian jati diri, keitiqomahan, dan sebuah ujian yang telah Allah takdirkan. Mari kita saksikan, apakah hati sekeras batu itu mampu luluh akan indahnya keimanan atau justru kian membeku akibat kebencian? Salam, PenaMentari_ 🌻
All Rights Reserved
#11
diskusi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selembar Kain Bertali {Selesai}
  • Cahaya Iman yang Hilang [SUDAH TERBIT]
  • senja di matamu
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Qanita
  • Izinkan Aku Menghalalkanmu [END]
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • HATI YANG MERINDU ( THE LOVING HEART )
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]

Namaku Zaira Meisya. Selembar kain menutupi wajahku, tapi tak pernah bisa menyembunyikan luka di dalam hatiku. Dan tali itu... bukan hanya pengikat tapi penanda bahwa aku pernah hilang, dan kini sedang mencari jalan pulang. Dikirim ke pesantren Anwaruna Nayyirah tanpa aba-aba, aku seperti dilempar ke dunia asing yang penuh batas. Tapi mungkin, di balik batas itulah aku mulai mengenal diriku yang sebenarnya... Ini bukan cerita gadis baik-baik. Ini tentang suara batin yang lama terkubur. Tentang luka yang disimpan di balik senyum. Tentang cinta yang tumbuh dari air mata dan doa-doa diam. Karena selembar kain itu tak hanya menutup ia juga menyimpan rahasia yang tak semua orang boleh tahu... ⚠️Warning... No Cosplay🙏 Karya @Rupaka

More details
WpActionLinkContent Guidelines