ANNOYING BOSS

ANNOYING BOSS

  • WpView
    GELESEN 151
  • WpVote
    Stimmen 10
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Aug. 21, 2021
Regina membuka pintu dengan pelan agar tidak mengganggu aktivitas makhluk titisan iblis yang berada di dalam ruangan. "Ada yang bisa saya bantu pak ?" tanya Regina dengan nada datar seperti biasa. Mendengar suara Regina, Yoga -boss Regina melirik sekilas kepadanya sambil menutup laptop yang berada di hadapannya. "Kamu Regina ?" tanya Yoga dengan pandangan menilai. "Iya Pak" jawab Regina dengan nada yang masih datar. "Oke, kembali." ucap Yoga singkat. "Hah ?" pekik Regina spontan dengan wajah terkejut namun hanya sekilas karena ia dengan cepat mengubah raut wajahnya kembali datar. "Keluar" usir Yoga sekali lagi. ***** Penasaran ? Yok mampir :*
Alle Rechte vorbehalten
#74
icegirl
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Office Hours Affair (Sudah Terbit)
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • i hate you bossy!
  • Loving You
  • "ASSALAAMUALAIKUM Habibati" _END_
  • Life Secretary
  • Bukan Romansa Biasa-BRB [End]

Highest rank #1 KANTOR Highest rank #6 DEWASA Highest rank #3 Indonesia 17/7/2019 Sudah terbit, dan silahkan cek Bab Open PO untuk informasi pembelian. Terima Kasih. Tersedia di google play LANA Tiba - tiba ia menyudahi ciumannya, dan menjauhkan wajahnya sedikit dari wajahku sambil melirik kebawah. "Hari ini pake warna apa?," katanya sambil menarik sedikit kemejaku untuk mengintip. Kutarik dagunya keatas untuk mengarahkan pandangannya kembali ke mataku. " Nakal kamu," kataku sambil tersipu. "Iya, kan cuman sama kamu." Bisiknya didepan bibirku, aku bisa melihat pandangannya berkabut oleh gairah. Entah cuman matanya atau mataku juga sama - sama berkabut, ah siapa peduli. Titiiitt..titiiiitiiiit...dering telepon genggamnya Arfan mengembalikan kesadaranku. Arfan menghentikan sesi make out kami, mengecup lembut hidungku dan menoleh mencari telepon genggamnya yang sepertinya ada di atas mejanya. Aku pun ikutan mencari dimana letak telepon genggamnya, dan nama yang tertera di layarnya membuat jantungku berhenti berdetak. Beberapa part mengandung adegan 21 + Sebagian part sudah dihapus ya, untuk kepentingan penerbitan.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien