My Beloved not Strong

My Beloved not Strong

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 22, 2014
Jauh di lubuk hatinya, masih terpendam nama yang selama ini terhimpit dalam kehidupannya. Seseorang yang baginya memang benar-benar penyelamat dalam hidupnya. Membebaskan dia dari oksigen yang amat mencekat sebelumnya. Meski ia memang tak ada. Tapi bagi melodi, ia ada. Hingga melodi harus benar-benar melepas. Meski pada akhirnya, melodi tak seirama...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Diantara Dua Langit
  • Slow Days (FIN)
  • Anugerah Terindah
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Eternal Flame
  • THE TRUE LOVE
  • Two Hearts One Love (MEWGULF)
  • Mr. Mulut Pedas (END)

Di tengah dunia yang terus bergerak, ada satu jenis kehilangan yang sunyinya tidak bisa dijelaskan kehilangan yang datang bahkan sebelum sempat dipeluk. Buku ini adalah kisah tentang duka yang sunyi, tentang dua manusia yang berusaha bertahan setelah kehilangan anak yang belum sempat mereka genggam. Di balik peran sebagai penyelamat dalam dunia kebencanaan, tersimpan satu kenyataan yang tidak bisa dihindari: bahkan orang yang paling tahu cara menolong, bisa kehilangan arah ketika luka itu datang dari dalam rumahnya sendiri. Ia, yang terbiasa menjadi orang pertama di garis depan, yang tahu bagaimana menenangkan penyintas, meredakan trauma, dan menyalakan kembali harapan, kini harus menghadapi kenyataan bahwa yang paling membutuhkan pertolongan adalah istrinya dan dirinya sendiri. Tidak ada pelatihan untuk rasa bersalah yang tak bisa dihapus, tidak ada protokol evakuasi untuk jiwa yang patah. Buku ini bukan tentang heroisme, tapi tentang rapuhnya manusia. Tentang bagaimana kehilangan bisa mengubah arah hidup, meruntuhkan yang kokoh, dan memaksa seseorang untuk kembali belajar berjalan pelan-pelan, di atas puing-puing harapan. Sebuah catatan jujur tentang duka, cinta, dan upaya untuk kembali pulang pada diri sendiri, meski tak lagi utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines