Incredible Hostel

Incredible Hostel

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 2, 2019
Jauh dari orang tua dan harus mandiri umumnya salah satu gambaran dari Anak kos,ya kan? Iya in aja... So,kali ini Aku mau cerita tentang sepenggal kisah mulai dari peliharaan ibu kos yang bersemedi di gudang samping kamarku dan masih banyak lagi ofcourse tentang hostel ku yang super incredible. Selamat membaca and semoga suka😊 Don't forget to vote and coment Klik part di bawah untuk next part nya....
All Rights Reserved
#4
incredible
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTROVERT ITU PACARKU  [Seni Memahami Caka] || [TAMAT]
  • Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG
  • Yang Mereka Panggil Si Cuek
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem
  • KELUARGA ATMODJO [hiatus]
  • Boys In The Kost

[SUDAH TERBIT EBOOK DI GOOGLE PLAY DAN PLAYBOOK] Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines