Lentera Bumi

Lentera Bumi

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Apakah setiap anak tidak berhak merajut mimpinya sendiri? Bukankah masa depanku adalah misteri kebahagian dan kepedihan yang bakal dipikul jiwa-ragaku tanpa sandaran bahu orang lain?" Aku sungguh kecewa, tak mengerti apa yang ada dalam pikiran ayah. Tapi, itu dulu. Setahun yang lalu. Kini perasaanku berubah total, benar-benar bertolak belakang laksana perbedaan teriknya siang dengan pekatnya malam. "Kenapa ayah meninggal begitu cepat di saat aku justu mulai sangat merindukan sosoknya?" rintihku penuh kepiluan di sudut kamar pesantren yang baru genap setahun kutempati.
All Rights Reserved
#27
ahmad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • Zenith
  • Berbagi Suami || Terbit dengan Edisi Terbaru
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • Zidan With Syakira
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)

Tidak ada yang menginginkan menjadi orang tua tunggal. Apa lagi alasan itu karena seorang pria yang tidak bertanggung jawab. Yang menyuruh membuang janin tidak berdosa yang bahkan baru saja berbentuk gumpalan. 4 tahun sudah berlalu, mimpi buruk itu masih sering menghantui sesekali. Mimpi di mana aku dibuang dan dicampakan karena memberi kabar bahwa ada janin di dalam perutku. Mimpi buruk yang membuatku bekerja keras dan bertahan mati-matian demi mempertahankan janin di dalam perutku. Tanpa ada sosok suami, tanpa ada sosok keluarga yang memberi dukungan di belakangku. Aku sendiri, bertahan seorang diri sampai melahirkan dan memiliki gadis kecil yang sudah menjadi bagian dari hidup dan jiwaku. Pria itu tidak menginginkan putriku, bahkan dia tidak tahu bahwa dia sudah memiliki putri dari seorang wanita yang pernah di usirnya dulu. Aku tidak peduli, justru aku berharap dia tidak akan pernah tahu soal putriku yang sempat ingin di bunuhnya. Dan dalam lubuk hatiku, aku berharap tidak akan pernah bertemu dengannya kembali sampai mati. Tapi, kenapa Tuhan selalu memberi kejutan yang menyakitkan dihidupku. Aku membeku, sendi tubuhku mendadak ngilu setelah sekian lama, aku kembali melihat pria itu di depan mataku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines