Lentera Bumi

Lentera Bumi

  • WpView
    Membaca 165
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 13, 2019
"Apakah setiap anak tidak berhak merajut mimpinya sendiri? Bukankah masa depanku adalah misteri kebahagian dan kepedihan yang bakal dipikul jiwa-ragaku tanpa sandaran bahu orang lain?" Aku sungguh kecewa, tak mengerti apa yang ada dalam pikiran ayah. Tapi, itu dulu. Setahun yang lalu. Kini perasaanku berubah total, benar-benar bertolak belakang laksana perbedaan teriknya siang dengan pekatnya malam. "Kenapa ayah meninggal begitu cepat di saat aku justu mulai sangat merindukan sosoknya?" rintihku penuh kepiluan di sudut kamar pesantren yang baru genap setahun kutempati.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#440
spiritual
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Balik Nama Zella
  • TAK BERSAMBUT
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Berbagi Suami || Terbit dengan Edisi Terbaru
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)

Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan