My possessive brother's

My possessive brother's

  • WpView
    Leituras 52,228
  • WpVote
    Votos 1,660
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mar 17, 2020
"Perjumpaan kembali" Ini adalah perjumpaan viola dengan keluarga kandungnya. Viola, gadis manis, anggun dan murah senyum itu mampu mengendalikan semua orang. Viola dibesarkan dipanti asuhan tidak menyangka,bahwa kenyataan yang diketahuinya selama ini tidak sesuai dengan fakta. Apalagi tentang dirinya yang masih mempunyai keluarga kandung yang utuh, punya orang tua yang selalu menunggunya, dan bahkan punya 5 kakak laki-laki dan 2 sepupu yang begitu posesif. Ini kisah kehidupan viola, yang berubah 180 derajat. Bagaimana kisah selanjutnya? Silahkan dibaca!
Todos os Direitos Reservados
#101
hukuman
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Broken Hearts [END]
  • (End) My Posesif New Family
  • Kenapa Harus Aku ??   (END) ✓
  • My sweet neighbor|| Jaeden Sanjaya
  • MIRROR DEVIL
  •  HAZELA
  • I Became the Villain's Little Brother
  • Without Me

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo