MY BOYFRIEND, MY TEACHER?

MY BOYFRIEND, MY TEACHER?

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sulit untuk dijelaskan, kenapa perasaan ini bisa ada disaat seperti ini, disaat tidak ingin ada yang lain mengganggu ku, mengganggu ketenangan ku, memecahkan semua sikap acuh tak acuh ku.... Hingga semua hal itu terjadi, dan mulai membongkar sedikit demi sedikit 'sesuatu hal' yang ku sembunyikan dari siapa pun. Dan masalah demi masalah mulai datang menghantui ku. Sesuatu yang 'mungkin' tidak pernah orang lain pikirkan kini mulai memperlihatkan wujudnya dan mulai terjadi. Membuat ku seperti wanita gila sekaligus seperti malaikat disaat bersamaan. SEMUA ITU DIMULAI....DARI SEKOLAH.
All Rights Reserved
#2
ips1
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • You Remember Me Or Forget Me?...
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Chronophobia Vol 1 - Merpati (LENGKAP)
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • Plot Twist🩷💙
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Konspirasi Rasa Cinta

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines