Gapaian Tertinggi

Gapaian Tertinggi

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 31, 2019
Aku menyerah. Pada tangisan langit yang kini tak lagi ku takuti. Pada dinginnya malam yang kini mengucapkan kata selamat pergi. Dan pada hangatnya mentari yang kini dapat ku rasakan kembali. Kubiarkan perih ini pergi. Kubiarkan sesak ini tak lagi menghampiri. Kubiarkan semua ingatan itu terbang tinggi tak kembali. Karena seseorang t'lah mencoba beribu kali menggapai perjuangan bodoh mencintai hati yang hampa ini. Namun ketulusan hati, mampukah bertahan dengan hati yang kembali bangkit mempercayai? Ini cerita tentang kita. Jilou Bastian & Rahelia Nazila
All Rights Reserved
#674
kebahagian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Perfection Of Love [Selesai]
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Senja Yang Tak Kembali
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)
  • Traces in the Light
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]
  • KENLA
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines