Story cover for Aksara by alprasetyo
Aksara
  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 22
Sign up to add Aksara to your library and receive updates
or
#681motivasi
Content Guidelines
You may also like
Eccedentesiast [END] by winmoonchild
29 parts Complete
[COMPLETED] Eccedentesiast : (n) Someone who hides pain behind a smile. Yang Laluna Aurora inginkan adalah sebuah ketidakmungkinan. Dia ingin memutar waktu, dan kembali ke masa yang dirasanya sangat membahagiakan. Dia ingin menetap di sana. Dia tidak ingin ada hari-hari selanjutnya. Dia ingin kebahagiaannya kembali utuh. Ternyata, menjadi orang dewasa bukanlah sebuah tujuan yang membahagiakan. Luna ingin meminta maaf, karena mungkin dia tidak bisa menepati janjinya kepada seseorang yang mungkin sedang menantinya untuk menepati janji. Dengan tersenyum, tidak akan terjadi apa-apa. Maksudnya, tidak ada yang tahu jika sebenarnya sedang terjadi apa-apa di dalam hati dan pikiran. Bukankah itu yang dilakukan hampir setiap orang? Mereka pura-pura tersenyum untuk menyembunyikan apa yang menurutnya tidak perlu diketahui oleh orang lain. Hidup tidak melulu tentang bahagia dan sedih. Namun, juga tentang bagaimana seseorang bisa terlihat bahagia, padahal kebahagiaan seakan tidak berpihak kepadanya. Dan Berkat Catu, Luna menyadari hal itu. Catu Aksara Disenja, nama itu tidak hanya sarat akan keindahan. Namun, juga sarat akan luka. Sama seperti hidupnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada hidup Luna dan Catu? ⚠️⚠️ Trigger warnings: ⚠️⚠️ => Loneliness, feeling worthless, depression, and suicidal thought. ••• E c c e d e n t e s i a s t ••• A story by : winmoonchild Eccedentesiast Copyright©2020, winmoonchild All Rights Reserved | Januari 2020
You may also like
Slide 1 of 10
Sunyi Hati Hampa Semesta cover
Andai bisa cover
Dibalik Diam. cover
LUKA! cover
ABSURD QUOTES I cover
RUMPANG RAMPUNG cover
broken home cover
Eccedentesiast [END] cover
Nasihat dalam Puisi cover
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover

Sunyi Hati Hampa Semesta

85 parts Complete

Ketika hati mencoba berhenti berteriak; maka air mata lah yang terbiasa menahannya dari segala luka yang di dapat karna Cinta, Kecewa dan sebuah Rasa yang hanya Kau dan Semesta dapat mengertinya.