Dia yang Kusebut Suami

Dia yang Kusebut Suami

  • WpView
    Reads 339
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 15, 2021
Prolog Level tertinggi sakit hati seseorang adalah ketika rasa sakit itu sudah membunuh emosi serta asa dalam setiap jiwa,menciptakan iwa yang baru tanpa ada apa apa .Menciptakan hati yang baru tanpa bias merasa apa apa.Menciptakan pribadi yang baru tanpa ada yang mengenal termasuk dirinya. LOLLY Mengapa rasa ini harus ada?,mengapa rasa ini semakin kuat mengakar di dalam sana?,apalagi melihatnya tersenyum,tertawa,atau melihat tingkah konyolnya semakin hari rasa ini berkembang menjadi suatu rasa nyaman,apalagi ini mengapa dia bersamanya?,mengapa dia selalu dapat tersenyum dengannya,mengapa dia dapat tertawa dengannya dan mengapa ada secuil rasa sakit didalam sana? ~ Zainab Aqila Marselina ~ Dia siapa sih tiap gw liatin kok selalu malingin muka,cuma dia aja nih yang nggak mau natap gw emang gw jelek apa? Biasanya cewek cewek di sekolahan ini gw kedipin aja udah klepek klepek nah cewek ini kok beda ya?Eh tapi bukan urusan gw sih. ~ Muhammad Elang Rakantara Part 1 coming soon Follow ig uswatunkha_05
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • ALGARES [Hiatus]
  • CLOSER
  • Breathe
  • Admire Or Love
  • Psikopat Digital? [End]
  • We Are One
  • Mencintai Dalam Diam
  • The Reason is You

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines