transformasi HATI

transformasi HATI

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2019
untuk pergi, seseorang harus menguatkan hati, sebab tak sembarang orang bisa berlalu dari kelamnya masalalu. sebagian lagi, menganggap kalau masalalu adalah zona nyaman yang tak bisa membuatnya pergi apalagi untuk melupakan. sebenarnya ia hanya ingin berlalu hanya takut tak seindah masalalu hidup yang akan dia jalani dan sakitnya mungkin lebih kejam dari hari ini. hingga ia berfikir untuk tetap bertahan dan tetap hidup bersama masalalu dan terkungkung dalam ketakutan. itulah yang di rasakan rani saat ini. sebelumnya, Rani adalah gadis cantik dan periang, nama lengkapnya maharani dewi izzaty, di panggil rani. umurnya sekarang 23 tahun dan masalalu kelam itu terjadi di umur rani yang ke 22. tinggi Rani sekitar 156 cm dengan berat badan 45 Kg tergolong kurus tapi ideal. kulitnya sawo mateng, hidungnya tidak mancung (baca:pesek) dengan mata tidak lebar (baca:sipit) dengan bibir agak sexy (baca: dower) tapi dengan kriteria wajah seperti itu rani adalah anak hijaber ( baca:setiap hari berjilab) dia baik dan ramah, teman-temannya semua kalangan, tapi yang akrab cuma beberapa biji, termasuk adeknya sendiri. adek rani. namanya tisha,umur 18 tahun, tinggi 158 cm, dengan wajah mendekati kakaknya (baca: sebelas duabelas) hampir kembar. cuma yang bedain antara rani dan tisha cuma tinggi badan, tisha lebih tinggi dari kakak dan lebing mateng kulitnya ketimbang kakak (baca:hampir gelap kulitnya). tapi yang jadi nilai plus dari tisha adalah bisa nyanyi daripada rani, tisha jadi anggota pafuan suara di sekolah sekaligus sebagai tim kesayangan olahraga volly, tenis, dan takraw. sedangkan si rani suaranya jangan ditanya deh... kayak bebek kurang sarapan, sering kali kena diskulifikasi kalo ada acara di bidang tarik suara. sekilas deh tentang si adek beradik, sekarang kita fokus ke inti cerita biar asyik dan yang terpenting di ambil hikmahnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramu mencintaiku.
  • Memory
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • R?!
  • GUS GIBRAN ( PERJODOHAN.)  TERBIT
  • RE-SILIENCE (END)
  • R a i n a
  • Cinta Anak Broken Home
  • Friend With Benefits(Proses)

Copyright © 2013 by luthfia_AF WARNING: CERITA BELUM DIREVISI SAMA SEKALI, KESALAHAN DALAM PENULISAN DAN INFORMASI YANG TERMUAT DI DALAMNYA DIBIARKAN APA ADANYA. TERIMAKASIH UNTUK PENGERTIANNYA. Alifia dewi shashani. Cewek manis yang ceria dan hiperaktif banget. Punya banyak teman dan selalu bisa membuat orang tersenyum. Walaupun dia lahir di keluarga yang sibuk dengan urusannya masing-masing, dia selalu berusaha ceria dan mencari banyak teman. Lalu hidupnya menjadi terasa sangat berarti ketika dia masuk ke sebuah SMA Favorit di kotanya, SMA Liakan. Bagaskara aditya. Cowok kelas 11 yang ganteng, keren, dan ramah. Punya fans bejibun dan bersahabat dengan cewek paling cantik di sekolah namun tomboy dan banyak tingkah. Dia lahir di keluarga yang berantakan, sebagai anak tunggal yang memiliki orangtua yang nggak rukun. Kemudian dia ditunjuk menjadi panitia MOS untuk anak baru, dan dia melihat cewek manis yang membuatnya selalu penasaran. Semua kebahagiaan mendadak lenyap disaat Al mengetahui tentang penyakitnya. Senyum, tawa, ceria, segalanya hilang. Bagas terus berusaha membuat Al semangat, sampai pada akhirnya Bagas berkata "Aku bakal kasih kebahagiaanku buat kamu, asalkan kamu mau balik jadi Al yang dulu. Aku mohon." "Apa kamu bahagia, Gas? Aku harap iya. Karena setelah mengenalmu, salah satu impian terbesarku adalah bisa membuatmu bahagia. Karna aku." - Alifia dewi shashani. "Kamu merubah hidupku, membuatku merasakan apa itu bahagia Al. Sekarang, bolehkah aku memberikanmu kebahagiaan? Menghapuskan kesedihan dimatamu, memberikanmu kebahagiaanku. Memberikan segalanya yang aku punya." - Bagaskara Aditya

More details
WpActionLinkContent Guidelines