My Senior My Love

My Senior My Love

  • WpView
    Membaca 69,549
  • WpVote
    Vote 4,199
  • WpPart
    Bab 27
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Agt 31, 2019
"Kenapa gak bilang" Suara itu semakin lirih disetiap katanya. Prilly tak kuasa. tangisannya tumpah di dada Ali. Membuat Ali perlahan memeluk gadis itu dengan salah satu tangannya. Mencoba menenangkan meskipun dirinya perlu di tenangkan. "Maaf" Satu kata keluar bersamaan dengan air mata yang mengalir. Meskipun raut wajahnya tidak pernah ia tampilkan didepan para sahabat. Namun didepan Prilly kesedihan itu selalu terlihat. Mata yang dulunya terlihat berapi-api, kini redup bersamaan dengan waktu yang semakin mengikis kesempatan dirinya untuk bernafas. "Mau janji satu hal?" Prilly menggeleng. Ia tahu Ali akan meminta sesuatu yang mungkin sulit untuk dia penuhi. "Please" Disela-sela tangisnya Prilly mengangguk samar. Dia mendongak demi melihat wajah yang telah lama ia rindukan. "Setelah ini jangan pernah nangis lagi" Ali memang masih disana. Namun yang Prilly rasa Ali telah bersiap untuk meninggalkan semua dan juga dirinya. "Jangan pergi" Mungkin ini kesekian kalinya Prilly meminta, meskipun ia tahu Ali tidak akan bisa mengabulkan inginnya. "Aku_" Suara Ali tercekat, seakan dia tidak mampu melanjutkan setiap kata yang menurutnya akan menjadi kalimat perpisahan. "Aku gak bi_sa" Sekeras apapun Prilly meminta, nyatanya Ali tidak pernah mengabulkan. Air mata yang turun semakin deras. Prilly menangis semakin keras. Membuat Ali menghapus air mata yang turun dari mata indahnya. _Bkl, 01 september 2019 @copyright 2019 kikycicie
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#79
romanremaja
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • OMBROPHOBIA
  • Why i'm defferent [ TERSEDIA DI DREAME ]
  • Stay (Away)
  • Ditya
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Suatu Hari Nanti
  • DARSEN [Proses Revisi]
  • Ex Best(girl)Friend
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Numbness (selesai)

⚠️CHAPTER GENAP DI CERITA INI DI PRIVATE⚠️ [COMPLETED] "Cowok nyebelin kayak lo ternyata mengidap ombrophobia, ya? Bisa turun deh pamor lo, kalo satu sekolahan tau," ujar Prilly sambil tertawa mengejek meninggalkan Ali dalam keadaan meringkuk kedinginan di tengah derasnya hujan. Setelah Prilly melangkah pergi menjauh, dalam hatinya ada rasa tak tega meninggalkan Ali yang sedang melawan phobianya. Prilly dapat melihat jelas betapa takutnya Ali saat mendengar suara petir dan halilintar menyatu, ditambah lagi tetesan air hujan yang turun deras. Kemudian, Prilly berbalik dan berlari sekencang mungkin menghampiri Ali yang meringkuk bagai janin di tepi jalanan. Prilly melepas rompinya sigap dan segera memayungi Ali dengan rompinya. Semenyebalkan apapun Ali padanya, tetaplah Prilly tidak tega melihat ketakutan besar dalam bola mata Ali. Siapa yang menyangka Ketua OSIS rupawan dan idaman banyak orang, ternyata mengidap ombrophobia? Dan yang mengetahui hal itu hanyalah Ratu Tukang Bully. Entah apa yang akan terjadi hari esok saat Prilly mengetahui Ali mengidap ombrophobia; ketakutan besar pada hujan. Mungkinkah esoknya Ali akan menjadi target bully-an atau malah Prilly akan selalu melindungi Ali dari hujan? Karena bagi Prilly; Saat hujan, kenangan dan harapan melebur menjadi satu. Ikuti kisah selengkapnya..!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan