Rain, us, and all those memories.

Rain, us, and all those memories.

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 21, 2019
Ini sepenggal kisah tentang hujan. Kisah tentang memori-memori yang datang saat hujan di hari itu. Kisah tentang mereka, yang entah akan menjadi 'sepasang' atau akan hanya menjadi bulir hujan yang jatuh, lalu lenyap. "Lo itu bagaikan bulir hujan yang jatuh tepat menerpa tubuh gue, sakit, tapi entah kenapa saat itu adalah pertama kalinya gue suka hujan." - Raini Anastasia "Tolong, tetap disini sampai gue bisa memahami apa yang sedang terjadi." - Dave Albian Kisah dari mereka yang selalu bertolak belakang dalam segala hal, termasuk tentang suka dan tidaknya akan hujan. Akankah mereka akan bersatu? Dan apakah Dave akan menemukan jawaban dari kejadian hari itu?
All Rights Reserved
#939
teenromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Kapasitas Semesta
  • Cupikacu
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)
  • rain untuk senja
  • Rainfall✔[Completed]
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • Lingga [SELESAI]

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines