JANGAN MALAS SEKOLAH

JANGAN MALAS SEKOLAH

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 30, 2019
Minggu adalah hari libur yang membuat orang malas beraktivitas. Ada yang memilih berlibur tapi ada pula yang memilih tinggal di rumah melepas lelah setelah seminggu penuh dengan aktivitas. Begitu pula dengan Anas, dia memilih untuk bersantai di rumahnya. Sampai-sampai setelah hari Minggu Anas masih belum siap menghadapi aktivitas sekolah yang membosankan baginya. "Nas, kamu tidak berangkat sekolah? Ini sudah siang lho. Nanti telat." Tanya ibunya. "Anas masih capek, Bu. Bolos sehari saja gak papa. Lagian gak ada PR dan tes kok. Santai saja, Bu." " Ya jangan begitu. Kamu sekolah itu bayar. Menuntut ilmu tidak bisa disepelekan begitu saja Nas." Jawab ibunya menyanggah. "Sudahlah bu, Anas masih ngantuk mau tidur lagi." Melihat gelagat anaknya, ibunnya menjadi geram dan mengajak Anas ke suatu tempat yaitu ke panti asuhan yang dipenuhi berbagai anak dengan latar belakang yang berbeda. "Nah, tuh, lihat mereka. Tak punya orang tua yang membiayai sekolah padahal mereka juga ingin sepertimu." Jelas ibunnya memberi tahu Anas melalui kaca dalam mobil. Kemudian ibunya mengajaknya melihat anak-anak yang mengamen di jalanan. "Lihat anak itu, dia mengemis mencari uang. Untuk makan saja susah apa lagi sekolah." Kata ibunya lagi. Kemudian Anas sadar dan akhirnya mau berangkat sekolah walau agak terlambat. Di perjalanan dia melihat anak sekolah yang berjalan pincang,. Dalam hati dia berkata "Alangkah beruntungnya aku, masih punya fisik yang sempurna tapi malah malas sekolah. Sedangkan anak cacat saja bisa semangat seperti itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • SYAKIRA how are you?
  • Bucin Part 1 (Sudah Open Pre-Order)
  • End & Wait  (Revisi)
  • CINTANYA CICI(SLOW UPDATE)
  • Aksara Lingga
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • my children but, not my child (END)
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines