Sebuah Waktu

Sebuah Waktu

  • WpView
    Membaca 337
  • WpVote
    Vote 42
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 25, 2020
Bila menemukan sesuatu yang baru diawal kehidupannya pada masa Alyah, atau yang setara dikatakan asrama bagi anak santri seusianya. *** Tak dapat mengatakan apa pun adalah yang dilakukannya. Memilih untuk lebih baik diam menepikan semua relung-relung senja yang Ia sembunyikan seorang saja. Hingga suatu waktu membuatnya harus mampu mengakui semua, meski hal itu sama sekali belum ada dalam sebuah deskripsi di kehidupan nya yang nyata. *** Bila, seorang gadis baik hati itu kini telah jatuh hati pada pemuda yang hanya terpaut satu tahun dengannya. Pemuda bernama Kafka itu nampaknya biasa saja, hanya sebatas lulusan SMA dengan pengetahuan agama yang masih terbilang minim itu rupanya telah menyihir serdadu-serdadu hatinya yang kuat nan kokoh perkasa. *** Awal kisah baru dimulai. Beragam peristiwa yang dulunya sangat tidak ingin dilewati, saat ini sudah di temui. Kafka dengan berbagai sedotan manis menyadarinya hakikat cinta. Namun, entah apa yang membuatnya merasa semakin berbeda, seiring dengan bulan demi bulan yang Ia lewati hingga jenjang perkuliahan digeluti. *** Kini Ia harus mampu mengendalikan segalanya. Mampu membatasi dirinya yang kini sudah tak lagi diusia belia. Mampu memanipulasi rasa dan cintanya yang semakin tajam nan dalam untuk Kafka. Terhipnotis oleh perasaan warna cinta membuatnya melanglang buana bersama ribuan impian yang saat ini ada. *** Kisah cinta itu datang tidak hanya dengan kasih ataupun sayang yang bermetamorfosa, bahkan lebih dari segala-galanya. Ujian menantang mereka berdua untuk tenggelam dalam pahitnya luka. Ketika Bila harus meninggalkan kota kelahirannya demi sebuah cita-cita mulia. Namun, siapa sangka disana lah Tuhan kembali mempertemukannya? Mungkinkah itu bagian dari sekenario Tuhan untuknya? ***
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Arshaka Heizen Lergan
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • FEARLESS || JAYISA
  • BALADA KEHIDUPAN
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan