Kasih Tanpa Batas

Kasih Tanpa Batas

  • WpView
    LECTURAS 28
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 31, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Manakah kata yang lebih terhormat? Wanita? Perempuan? atau Ibu? Tiga kata sejuta makna karena hanya seorang wanita dan perempuan terbaik yang dapat disebut ibu Masalah terbesar seorang ibu bukan sebatas mengandung dan melahirkan, tetapi bagaimana memaafkan anak ketika salah dan bagaimana tetap mencintai walau anaknya melakukan kesalahan sebesar apa pun Menjadi seorang ibu memang impian setiap wanita, termasuk impian Anita. Namun, bagaimana jika Anita harus menjadi seorang single parents? Dapatkah Anita merawat anaknya dengan baik? Dapatkah Anita menjadi ibu sekaligus ayah bagi anaknya? Ataukah Anita hanya akan menjadi ibu yang gagal?
Todos los derechos reservados
#753
ceritasedih
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Raga Kecil
  • Angel To Raya (END)
  • De Emaks Cadas (18+) [COMPLETED]
  • Sea Heals Everything
  • One More Taste
  • Senja yang mendung
  • CINTA SEMUSIM
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Please don't be possessive (COMPLETED)

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido