Senja di Pelupuk Hari - [SUDAH TERBIT]

Senja di Pelupuk Hari - [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 419
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 31, 2019
WpInfo
Poetry
Senja di Pelupuk Hari, sekumpul sajak 2017-2019 tulisan tangan. Mengalun indah tinta di atas secarik kertas putih, menggoreskan sajak bertema cinta, kehidupan, kepahlawanan, dan Indonesia. Tentang bagaimana cinta yang tertahan oleh waktu, tak terucapkan dengan rasa, tergores sakit yang menyelekit. Kisah manusia sehari-hari berjalan bersama detik dan menit, realita yang di lukiskan kehidupan. Mereka yang gugur bersimbah darah demi menengak kata "Merdeka" menangis meraung di alam seberang, juga tersenyum bangga. Sekisah tentang negeri agraris, Indonesia, penuh dengan pilu yang berseru saling menyahuti ,juga senyum Sabang ke Merauke, bersama kokohnya demokrasi. Di ikat dalam sadar bertumpuk bersamaan. Mengambil cerita sang senja yang senantiasa setia menanti tiap insan kembali pada-Nya. Dan dalam nama senja, dikau kan abadi dalam tiap-tiap larik sajak ku. -SENJA DI PELUPUK HARI- [SUDAH TERBIT] ©Pratama. J 2019 COPYRIGHT BERLAKU!!!
All Rights Reserved
#47
antologipuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFORISME
  • FIZYA
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • Seutas Gelabah
  • Let Me Love You Longer
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Aksara Tak Bertuan
  • Puisi: Aksara Bercerita
AFORISME

Highest Rating #245 - Poetry (27 Juli 2018) Kumpulan puisi yang bertautan dengan kehidupan manusia dan berbagai emosi yang membludak di dalamnya. Pembenci Senja Karya: Uchu Hyung Hadir antara tengah hari dan petang Cahaya merah jingga membutakan Senja pemahat nostalgia Namun selayang Singgah tanpa bukti Lari tanpa permisi Jangan menjelma! Sekiranya berhujung menyayat hati Senja bermain licik Memicu retakan hati Pupus saja, jangan rujuk! Itu lebih baik Cakrawala kian setia pada buana Hujan kian romantis pada butala Senja lupakan saja Tak berarti apa-apa Selamat tinggal, senja! Terima kasih, atas kabar anginnya Cianjur, 21 Juli 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines