DIARY CINTA (Doctor Marriage)

DIARY CINTA (Doctor Marriage)

  • WpView
    LECTURAS 16,985
  • WpVote
    Votos 1,841
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 1, 2020
Ketika cinta berdampak derita "Apa Abi tidak akan pernah kembali kepelukan Ardhan lagi?" Perempuan berjilbab itu terdiam, tidak berani menjawab pertanyaan keramat tersebut. Ini adalah pertanyaan yang selalu ia hindarkan. Perempuan itu adalah Shabira Illynaya, diumurnya yang masih belia dia harus rela menjadi seorang janda. Hidup dengan penuh penderitaan bersama anaknya yang baru menginjak sepuluh tahun dengan penyandang disabilitas. Dia harus rela menjadi tulang punggung sekaligus menafkahi anaknya. Agar kelak, masa depannya akan cerah. Tidak seperti dirinya yang menikah diusia dini lalu berpisah dengan suaminya. Apa alasan mereka berpisah? Dan apa yang membuat mereka menikah diusia dini? Lantas apakah keduanya akan rujuk kembali? Ataukah Shabira Illynaya menemukan sosok pria baru? Date: 24 April 2020 / 01 Ramadhan 1441H Pukul: 19:50 Di Pamekasan.
Todos los derechos reservados
#282
religi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Imamku Akhtar | TERBIT✓
  • Assalamu'alaikum My Wife [END]
  • Afwan Hanum ✔ [SELESAI]
  • Bersamamu Halalku √
  • J O D O H K U
  • ZAYYAN AL-FARIZI (SELESAI)
  • With You Until Jannah √ || End
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • Assalamualaikum Imamku

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido