14 parts Ongoing Di antara ribuan aksara yang terangkai, tak ada satu pun ruang yang tidak mengeja namamu. Cerita ini adalah sebuah Lazuardi luas dan biru di mana setiap babnya adalah napas yang tertinggal di udara, mencari jalan pulang menuju ingatanmu.
Aku menulis bukan untuk mengabadikan waktu, melainkan untuk mengabadikan sosokmu yang serupa Amerta; sesuatu yang abadi dalam fana, yang tetap hidup meski raga telah jauh melangkah. Kamu adalah Anitya, ketidakpastian yang paling indah, yang membuatku bersedia tersesat di labirin rindu tanpa perlu ditemukan.
Ini bukan sekadar catatan. Ini adalah Aradhana, sebuah penghormatan paling tulus untuk setiap detik yang kita lalui. Tak ada tokoh utama lain, tak ada konflik yang lebih besar dari debar jantungku saat memikirkanmu. Karena pada akhirnya, dunia ini hanyalah panggung kosong, dan kamulah satu-satunya cahaya yang menyala di sana.
Ini tentang kamu. Tentang caramu hadir, tentang caramu pergi, dan tentang bagaimana kamu tetap tinggal di setiap titik dan koma yang kuciptakan.