Story cover for Boolanterns by eunoiatha
Boolanterns
  • WpView
    MGA BUMASA 166
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 2
  • WpView
    MGA BUMASA 166
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 2
Ongoing, Unang na-publish Aug 31, 2019
Seperti nama yang ku beri untukmu.. Boo Lanterns, artinya Lampion Kesayangan. Yang kurangkai dengan penuh kasih sayang, hingga akhirnya harus aku relakan dirimu untuk terbang kala malam.. 

Kamu, Lampion kesayanganku.. Satu satunya yang ada di bumi ini.. Yang pada akhirnya harus kuserahkan dirimu pada langit yang telah lama menunggu kedatanganmu.. 

Boolan, di hari kepergianmu nanti, kamu adalah lampion terindah yang kubiarkan pergi, yang paling terang untuk menerangi, yang paling lama sampai pada mentari... 

Kamu, yang paling berat untuk terlepas dari jemari...
All Rights Reserved
Sign up to add Boolanterns to your library and receive updates
o
#359kata
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU cover
Late cover
Kitab Romancuk cover
Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓ cover
Senja & Renjana cover
Pagi cover
Coretan Literasi Tanpa Dedikasi cover
Seventeen cover
Oppa Ana uhibbuka fillah cover
Nostalgia Cinta Dalam Rindu cover

MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

16 mga parte Kumpleto

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.